Viral, Kesaksian Pria Diduga Tentara AS Heran Israel Tak Bisa Kalahkan Hamas: Mereka Seperti Melawan Hantu

Viral, Kesaksian Pria Diduga Tentara AS Heran Israel Tak Bisa Kalahkan Hamas: Mereka Seperti Melawan Hantu

TN
R
Thamrin Nawawi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video viral diduga pengakuan dari tentara Amerika Serikat yang pernah membantu militer Israel tengah menjadi perbincangan di media sosial.

Dilansir dari Suara.com jaringan Terkini.id, Tampak video pengakuan yang diduga mantan tentara AS tersebut diunggah ulang oleh akun Instagram @daeng.rachim, dimana menurutnya Israel sudah dibantu oleh banyak pihak tetapi tak kunjung memenangkan peperangan melawan Hamas.

“Biarkan kami meluruskan ini. Jadi kami mengirimkan pasukan kami, pasukan AS. Jerman membantu mereka, Prancis membantu mereka, Australia membantu mereka, beberapa negara Arab membantu mereka,” ucap pria didalam video tersebut dikutip Selasa, 14 November 2023.

“Semua itu hanya untuk melawan Hamas dan Abu Ubaidah masih tetap menang??? Ada yang tidak beres,” sambungnya.

Padahal bukan cuma dibantu oleh banyak negara, Israel juga dikenal mempunyai alat-alat pertahanan yang tergolong canggih. Karena itulah, pria itu mempertanyakan apa alasan Israel tak kunjung menang kendati kemampuan militernya jauh di atas Hamas?

Baca Juga

Namun kini pria tersebut sudah mendapatkan jawabannya, yakni karena adanya pertolongan Tuhan.

“Apa yang bisa kamu ketahui dari situ? Itu memberi tahu saya bahwa Tuhan ada di pihak mereka,” terang pria tersebut.

View this post on Instagram

Bahkan, beberapa eks prajurit Israel di lapangan mengaku melawan pasukan tak kasat mata lantaran tak kunjung bisa menumpas Hamas yang mereka klaim sebagai teroris.

“Beberapa dari para prajurit, jika mereka kembali, beberapa dari mereka mengatakan bahwa kami tidak berperang melawan manusia, kami berperang melawan hantu. Dapatkah kamu bayangkan?” tandasnya.

Di sisi lain, Israel masih meneruskan agresi militer mereka terhadap Palestina. Bahkan belum lama ini Israel mendesak sejumlah besar masyarakat sipil di Jalur Gaza bagian Utara untuk mengungsi ke Selatan hingga dianggap mengulangi tragedi Nakba tahun 1948 silam.

Namun Israel juga terus mendapat tekanan untuk melakukan gencatan senjata, apalagi karena agresi militer yang dilakukan sudah menewaskan lebih dari 10 ribu jiwa. Mirisnya, kebanyakan dari korban dalam krisis kemanusiaan ini adalah wanita dan anak-anak.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.