Viral Video Kucing Disiksa Sampai Mati, Polda Jogja: Pelakunya Berinisial AAH

Terkini.id – Video penyiksaan hewan hingga mati menjadi viral di dunia maya. Video tersebut awalnya diunggah oleh akun instagram @azzam_cancel.

Kini, polisi memburu pemilik akun @azzam_cancel tersebut. Diketahui, pemilik akun instagram tersebut adalah seorang mahasiswa berinisial AAH.

Dalam video tersebut, terlihat seekor kucing ras anggora dicekoki minuman keras jenis ciu hingga mati.

Video itu disebarkan oleh AAH melalui Instastory. Kucing ras anggora tersebut terlihat basah karena dipaksa–seperti yang dia tulis di keterangan video–minum ciu.

Kucing tersebut terlihat kejang-kejang, tapi terus-menerus dipaksa meminum minuman beralkohol tersebut.

Menarik untuk Anda:

Kucing tersebut akhirnya mati. “Semoga kau tidak pernah tenang di alam sana.. dendamlah kepadaku,” kata pengunggah video.

Rekaman tersebut beredar luas bahkan hingga ke Twitter. Per Kamis, 17 Oktober 2019 pukul 18.02, postingan itu menjadi topik terpopuler ke-13. @azzam_cancel pun menjadi buruan warganet yang geram. Akun Instagramnya tak luput dikomentari dengan nada serupa.

Lewat Twitter, Polda Yogyakarta mengatakan sudah tahu siapa pemilik akun.

“Berdasarkan komentar dari salah satu netizen, didapati informasi bahwa akun IG azzam_cancel dipegang oleh AAH, laki-laki 22 tahun,” tulis @PoldaJogja.

“Dari keterangan tersebut, diketahui bahwa Sdr. AAH tinggal di salah satu Café di kawasan Kalasan. Kemudian Kabid Humas Polda Jogja berkoordinasi dengan Kapolsek Kalasan.”

Pemilik akun @azzam_cancel ternyata mahasiswa di salah satu PTN di Yogyakarta. Kabid Humas Polda DIY Kombes Polisi Yulianto mengatakan AAH berasal dari Tulungagung dan saat informasi disebar sedang berada di kota asalnya.

Lewat Instagram, Doni Herdaru Tona, Ketua dan pendiri Animal Defenders, organisasi penyelamat dan pencinta hewan, mengatakan dia “tidak akan mengampuni dan berdamai dalam kasus ini.”

“Jahanam ini harus merasakan bui,” tambahnya, menegaskan kalau dia akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

Hukum kita memang mengancam penganiaya hewan. Itu tertera dalam Pasal 302 KUHP. Di sana dijelaskan siapa saja yang menganiaya hewan dan itu menyebabkan si hewan sakit lebih dari seminggu, atau cacat, atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, “yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah.”

Mengutip Hukumonline, baru disebut penganiayaan jika “orang itu sengaja menyakiti, melukai, atau merusakkan kesehatan binatang,” dan “perbuatan itu dilakukan tidak dengan maksud yang patut atau melewati batas yang diizinkan.”

Peraturan lain terkait kesejahteraan hewan dimuat dalam pasal 92 Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan (UU 95/2012). Ada poin-poin yang melarang pemanfaatan hewan di luar kemampuan kodratnya yang membahayakan keselamatannya.

Di samping itu, pasal 66 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pun menguatkan aturan tentang pemeliharaan hewan dengan baik.

Dalam penjelasan pasal itu dikatakan, “yang dimaksud dengan penganiayaan adalah tindakan untuk memperoleh kepuasan dan/atau keuntungan dari hewan dengan memperlakukan hewan di luar batas kemampuan biologis dan fisiologis hewan, misalnya penggelonggongan sapi.”

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Astaga! DPR Jadi Institusi Paling Korup di Indonesia

Sekum DPP KKB yang Juga TGUPP Umumkan Dirinya Positif Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar