Virtual Literacy Kolaborasi antara Pusdiktan dan Pustaka Kementan, Polbangtan Gowa Paparkan Strategi Cerdas Sistem Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Penerapan SmartCampus

Kegiatan Virtual Literacy Polbangtan Gowa

Pandemi Covid-19 di Indonesia telah menimbulkan dampak serius pada banyak sektor. Salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 adalah sektor pendidikan yang melibatkan begitu banyak aktivitas fisik bersifat rutin, seperti pertemuan tatap muka di kelas, proses pembimbingan akademik, pertemuan formal dalam forum seminar dan lain sebagainya. Dan akhirnya, berbagai aktivitas rutin ini terhambat karena untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19, pemerintah telah menerapkan kebijakan physical distancing.

Dengan adanya pembatasan interaksi, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan seluruh aktifitas Pendidikan yang berada dibawah Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) mulai dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Politeknik Enjineering Pertanian Indonesia (PEPI) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian.

Polbangtan Gowa, Salah satu (UPT) Pendidikan dibawah Pusdiktan juga telah melakukan metode pembelajaran dari rumah atau yang dikenal dengan istilah LFH (learning from home).

“Dengan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh, pendidikan tetap bisa berjalan meskipun kita sedang mengalami pandemi COVID-19. Justru ada hikmah yang bisa kita ambil bahwa arah pendidikan memang harus menuju sistem edukasi 4.0,” ungkap Kepala BPPSDMP, Prof. Dedi Nursyamsi

Kebijakan untuk meniadakan proses pembelajaran secara tatap muka mengacu pada maklumat pemerintah tentang larangan untuk berkumpul dalam jumlah besar dan perlunya penerapan physical distancing untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Menarik untuk Anda:

“Sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, proses pembelajaran di Polbangtan tetap harus berjalan dengan tetap memperhatikan ketetapan pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19. Polbangtan merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam mewujudkan SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ucapnya.

Pada even kolaborasi antara Pusdiktan, Pusat Perpustakaan dan Polbangtan Gowa (11/06) yang bertajuk Virtual Literacy + Live Agriculture in Action, Polbangtan Gowa memperkenalkan system yang digunakan untuk membantu mahasiswa dan dosen dalam proses belajar-mengajar selama masa pandemic covid-19.

Direktur Polbangtan Gowa, Dr. Syaifuddin mengatakan bahwa momentum pandemic covid-19 ini dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Ini strategi cerdas kami dalam sistem pembelajaran pada masa pandemi.

“Keberadaan teknologi saat ini sangat penting keberadaannya sebagai penunjang dalam melakukan berbagai kegiatan baik dalam melakukan pekerjaan maupun dalam hal Pendidikan” ujar Syaifuddin. Tenaga pendidik/dosen memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran dalam menyampaikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa melalui aplikasi yang kami beri nama SmartCampus Information System, tambahnya. Dengan menggunakan SmartCampus tenaga pendidik/dosen dapat membuat penjelasan materi yang menarik dan tidak monoton agar mahasiswa tertarik dan tetap semangat dalam mengikuti kegiatan belajar dari rumah.

Kepala Pusdiktan, Dr. Idha Widi Arsanti pada sambutannya mengatakan ikut mendorong Polbangtan Gowa dalam menerapkan SmartCampus sebab berada di Indonesi Timur dan merupakan pintu masuk di Indonesia timur, letaknya strategis, memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti kakao. Bahkan Polbangtan Gowa kami dorong untuk menjadi pusat pembelajaran kakao atau “school of cacao”.

Idha Widi juga menambahkan agar penerapan SmartCampus dapat berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan kolaborasi virtual lainnya seperti digital learning.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kabar Baik Unhas Loloskan 113 PKM, Peringkat Ketiga se Indonesia

FK Unhas Gelar Kuliah Umum Forensik Online

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar