“Ilmu bukan untuk pamer, tetapi untuk ibadah dan membangun peradaban,” tegasnya.
Kedua, kemampuan membaca zaman. Jika Kartini dahulu menggunakan surat sebagai media perjuangan, maka perempuan hari ini harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana menyuarakan gagasan.
Ketiga, aksi nyata. Kartini tidak berhenti pada pemikiran, tetapi melahirkan tindakan melalui pendirian sekolah bagi perempuan.
“Perempuan hari ini harus melahirkan karya, bukan sekadar wacana,” ujarnya.
Perempuan Sulsel dan Jejak Kemajuan
Ia juga menyoroti perkembangan perempuan di Sulawesi Selatan yang dinilai semakin progresif.
- Dari Sekolah ke Sekolah, Honda Hype School Dekatkan Honda dengan Generasi Muda
- Kepala Badan P2SDM Kemenhut Kukuhkan 102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar
- Cabor Sepak Bola dan Futsal Putri Akhirnya Diikutsertakan pada Porprov Sulsel 2026
- Honda Hype School Perluas Edukasi Safety Riding ke Pelajar di Tiga Daerah
- Bukan Sekadar Otomotif, Honda Experience Day Asmo Sulsel Kumpulkan 40 Kantong Darah
Keterlibatan perempuan dalam berbagai posisi strategis, mulai dari pemerintahan hingga legislatif, menjadi bukti bahwa semangat Kartini terus hidup.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut belum merata.
“Kebangkitan perempuan tidak hanya diukur dari jabatan, tetapi dari kemampuan memberi dampak dan menginspirasi lingkungan,” katanya.
Dari Seremoni ke Gerakan Nyata
Dalam momentum Hari Kartini 2026, Murniati mengajak perempuan untuk mengubah peringatan seremonial menjadi gerakan nyata.
Ia mendorong langkah sederhana namun berdampak, seperti peningkatan literasi digital bagi ibu rumah tangga, penguatan UMKM perempuan, serta membangun budaya belajar dalam keluarga.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
