Waduh! Mau Untung Malah Buntung, Niatnya Borong Minyak Goreng Murah, Puluhan Warga Kaltim Justru Ketipu Rp900 Juta

Waduh! Mau Untung Malah Buntung, Niatnya Borong Minyak Goreng Murah, Puluhan Warga Kaltim Justru Ketipu Rp900 Juta

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Peribahasa ‘mau untung malah buntung’ tampaknya kini menimpa puluhan warga Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Niat hati ingin memborong minyak goreng murah, eh tetapi justru menjadi korban penipuan pelaku berinisial FA hingga Rp900 juta.

Diketahui, pelaku berusia 31 tahun itu menipu para korbannya dengan modus menjual minyak goreng dengan harga murah, yaitu hanya Rp150 ribu per dus.

Berdasarkan pengakuan salah satu korban bernama Citra, harga minyak goreng yang semula dibanderol seharga Rp170 ribu per dus kemudian turun menjadi Rp150 ribu.

“Waktu awal itu harga Rp170 ribu satu dus, kemudian jadi Rp150 ribu dan dijanjikan gratis ongkos kirim, bonus beras, dan gula. Dari situ saya langsung memesan banyak,” ungkap Citra di Samarinda, dikutip terkini.id dari Kompas pada Rabu, 9 Februari 2022.

Baca Juga

Citra menuturkan pelaku FA awalnya menawarkan minyak goreng untuk keperluan pribadi kepadanya.

Namun, mengetahui harga minyak goreng sedang meroket dan langka, Citra pun memesan dengan jumlah banyak serta mengajak teman-temannya (hingga korban jadi puluhan).

Setelah mentransfer uang hingga senilai Rp900 juta, minyak goreng yang telah dipesan itu rupanya tak bisa dikirim.

Pelaku FA sering beralasan dengan berbagai macam cara ketika dimintai penjelasan mengenai pengiriman barang tersebut.

Tak ingin menyerah, Citra pun berusaha mendapatkan pesanannya dengan mendatangi gudang yang disebut FA sebagai lokasi penyimpanan minyak goreng.

Gudang yang diklaim pelaku itu diketahui berada di Jalan Batuah Samarinda. Namun, saat mendatangi lokasi, gudang yang disebut pelaku ternyata tidak pernah ada.

“Saya disuruh sendiri ke sana, pas saya cek, bukan gudang, melainkan mes karyawan batu bara.”

Lantaran merasa tertipu, Citra kemudian bersama kuasa hukumnya mendatangi Polresta Samarinda untuk membuat laporan dugaan kasus penipuan.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Dyah Lestari, saat ditemui di lokasi yang sama mengatakan awalnya para korban memesan 5.000 dus minyak goreng pada November 2021.

Menurut Dyah, transaksi pembelian minyak goreng tersebut pun berhasil, tidak ada masalah sehingga selanjutnya korban memesan lagi.

Dyah mengatakan, pada pembelian kedua, para korban memesan kembali minyak goreng kepada pelaku sebanyak 7.000 dus. Namun, mereka hanya menerima 900 dus.

“Para korban merasa ditipu oleh FA yang mengaku memiliki kenalan bos distributor minyak goreng karena telah mentransfer dengan total Rp900 juta. Namun, apa yang dipesan tak kunjung datang,” tuturnya.

Para korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke FKPM Pelita yang kemudian meminta untuk dilakukan mediasi. Namun, dari pihak terlapor justru tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pihak penyidik kepolisian menyebut terlapor sudah menyerahkan diri kemarin. Kami diminta buat laporan untuk bisa ditindaklanjuti.”

Kasus tersebut pun kini ditangani jajaran Reskrim Polresta Samarinda dan masih dalam tahap pemeriksaan pelapor serta pengumpulan barang bukti.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.