Terkini.id, Jakarta – Terbaru, Menteri Pertahanan Israel, yakni Benny Gantz, mengatakan bahwa pihaknya bersedia membantu rekonstruksi Gaza.
Hanya saja, kesediaan tersebut tidaklah gratis, melainkan harus dibayar dengan sebuah syarat khusus yang tampak cukup sulit.
Dilansir terkini.id dari Sindonews pada Senin, 24 Mei 2021, Benny Gantz menyampaikan bahwa bantuan rekonstruksi Gaza tergantung pada penyelesaian kembalinya tentara yang hilang serta warga sipil yang disandera di wilayah Palestina.
Seperti diketahui, kondisi Gaza semakin hancur setelah pertempuran terbaru yang berlangsung selama 11 hari belum lama ini.
Menilik ke belakang, tepatnya pada April 2016 silam, Hamas mengklaim telah menangkap empat tentara Israel sambil menyembunyikan identitas mereka, kecuali Oron Shaul, seorang tentara yang hilang sejak serangan Israel pada tahun 2014 di Gaza.
- Bela Israel, Pria Tak Takut Viral Sebut Pendukung Palestina Bego
- Politikus Israel Rayakan Kematian 9 Warga Palestina di Jenin: Terus Bunuh Mereka
- Australia Batalkan Pengakuan Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel
- Israel kembali Serang Palestina, Anggota DPR: Komunitas Internasional Harus Bersikap Tegas
- AS Kecam Israel yang Telah Membunuh Jurnalis Al Jazeera di Tepi Barat
“Kita harus mengondisikan pembangunan dan rekonstruksi (di Gaza),” buka Gantz, seperti dikutip terkini.id dari Anadolu Agency pada Senin, 24 Mei 2021.
“Tdak hanya dengan ketenangan, tetapi juga pada pemulangan jenazah tentara dan warga sipil yang disandera di Gaza,” pungkasnya.
Benny Gantz berpendapat bahwa setelah serangan Israel baru-baru ini di Gaza, maka sekarang ada peluang untuk bergerak maju dengan masalah tentara Israel yang hilang, begitu pula dengan warga sipil yang disandera.
Lebih lanjut, Gantz menuturkan bahwa Israel akan mengubah kebijakannya terhadap Gaza, dengan tegas melakukan pembalasan terhadap tembakan roket atau balon pembakar dari wilayah itu.
Dirinya lalu menyatakan bahwa para pemimpin senior Hamas, termasuk kepala sayap politik kelompok itu di Gaza, yakni Yehya Sinwar, dan komandan sayap militer kelompok tersebut, Mohammad Deif, masih menjadi sasaran utama Israel.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
