Wah, Parah! Warga Singapura Protes Gegara Darurat Corona Kacaukan Sistem Kesehatan

Wah, Parah! Warga Singapura Protes Gegara Darurat Corona Kacaukan Sistem Kesehatan

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Singapura – Wah, parah! Warga Singapura protes gegara darurat corona kacaukan sistem kesehatan. Kondisi yang tidak pernah disangka-sangka terjadi di Negeri Patung Merlion, Singapura. Pasalnya, keadaan panik dan kebingungan terjadi lantaran sistem perawatan kesehatan Singapura tertekan menghadapi lonjakan kasus virus corona alias Covid-19.

Saat ini, warga di sana merasa tidak semua pasien bisa terakomodir kesehatannya. Layanan menjadi lebih lama, hasil tes lama, dan fasilitas pemulihan penuh.

Warga juga protes lantaran mereka tidak dapat menghubungi Kementerian Kesehatan (MOH) untuk mendapatkan informasi terkait kondisi kesehatan mereka. Yang lain mengeluh soal jeda waktu yang lama antara hasil tes positif dan dibawa ke fasilitas pemulihan.

Grup obrolan ‘Grup Dukungan Pesanan Karantina’ telah muncul di aplikasi Telegram bagi orang-orang untuk berbagi pengalaman dan mengumpulkan informasi. The Straits Times melaporkan, seperti dilansir dari JPNN.com, Kamis 23 September 2021, telah berbicara dengan lima orang yang telah tertular virus corona atau memiliki anggota keluarga yang tertular.

Salah satunya adalah warga bernama Chow. Ia dinyatakan positif pada 13 September 2021. Ia menerima telepon yang memintanya untuk mengemas pakaian selama tujuh hari sebab akan dibawa ke fasilitas perawatan masyarakat. Kendati demikian, ternyata tidak ada tindak lanjutnya.

Pria berusia 37 tahun tesebut berada di rumah sejak saat itu. Ia sendiri telah menjalani tes antigen cepat (ART) secara teratur, yang hasilnya negatif selama beberapa hari terakhir. Namun, ia tidak yakin apakah diizinkan untuk beraktivitas secara normal karena operator telepon di hotline Kemenkes telah memintanya untuk menunggu instruksi lebih lanjut.

Status TraceTogether-nya juga menunjukkan ia masih positif. Artinya, ia tidak akan bisa makan di restoran kecuali menerima pengecualian tertulis.

Selanjutnya, ada warga lain bernama Liau. Ia menceritakan, ayahnya yang berusia 82 tahun dinyatakan positif pada 15 September dan baru dibawa ke rumah sakit tiga hari kemudian. Hal ini membuat ibu Liau yang berusia 79 tahun sendirian di rumah selama empat hari berikutnya.

“Ibu adalah orang yang sangat kami khawatirkan,” ungkap Liau.

Liau sendiri telah mencoba menghubungi Kementerian Kesehatan, akan tetapi baru berhasil beberapa hari terakhir. Akhirnya, keluarganya di-tracing beberapa hari kemudian. Keluarga kini menunggu hasil tes PCR untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.

Kemudian warga lainnya, Lee mengatakan anaknya sudah tujuh hari dinyatakan positif Covid-19. Namun, selain dari kunjungan awal ke dokter umum untuk mengujinya, bocah enam tahun itu belum menerima perawatan medis formal. Lee, telah berusaha untuk menghubungi Depkes untuk meminta bantuan, namun hingga kini belum ada tanggapan.

“Anak saya memiliki riwayat kejang. Demamnya naik turun, dan Anda tidak tahu kapan pulih,” beber Lee.

Selain demam, anaknya juga batuk, bersin dan mengeluh sakit tenggorokan. Kendati kondisi putranya telah membaik, Lee tetap khawatir karena hasil ART putranya tetap positif.

Lee juga frustrasi lantaran kurangnya koordinasi di lapangan karena panggilannya dilempar-lempar atau dipingpong ke berbagai instansi.

“Jika sudah melihat ada peningkatan tajam dalam jumlah kasus Covid-19, harusnya siapkan dulu sumber daya terlebih dulu. Ini adalah perencanaan yang buruk,” imbuhnya.

Warga protes dan mengeluh, namun tidak ada tindakan sebab sistem kesehatan juga tengah sibuk menghadapi lonjakan. Warga lainnya, Christine dinyatakan positif pada 15 September 2021. Ia diberitahu akan dibawa ke fasilitas perawatan masyarakat.

“Tetapi, sistem tidak diperbarui. Operator terus menelepon saya dan menanyakan hal yang sama, tetapi orang yang menelepon berbeda. Seharusnya, ada sistem yang sudah di-update,” imbaunya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.