Makassar Terkini
Masuk

Wahdah Islamiyah Kecam Penghinaan Politisi India Terhadap Nabi Muhammad

Terkini.id, Makassar – Diberitakan bahwa terjadi penghinaan terhadap Rasulullah dilakukan politisi India yang juga merupakan juru bicara BJP, Nupur Sharma dan Kepala Operasi Media BJP, Delhi Naveen Kumar Jindal.

Hal itu pun mengundang reaksi penganut agama islam, terkhusus di Indonesia. Ormas Wahdah Islamiyah pun mengeluarkan pernyataan sikap d dalam surat bernomor K.058/IL/I/11/1443 tentang Penghinaan Petinggi Partai Berkuasa BJP India terhadap Rasulullah Muhammad SAW.

Salah satu isi pernyataan tersebut mengajak agar kaum muslim memperkuat ukhuwah demi menjaga kehormatan kamu muslimin.

Wahdah Islamiyah menyerukan kepada segenap kaum muslimin untuk lebih memperkuat ukhuwah demi menjaga kehormatan Islam dan kaum muslimin,” ajak Ustaz KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Ketua Umum Wahdah Islamiyah melalui keterangannnya, Rabu 8 Juni 2022.

Secara lengkap berikut lima tuntutan DPP Wahdah Islamiyah:

1. Mengecam keras dan mengutuk penghinaan terhadap Islam dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ini, yang telah berkali-kali terjadi di Negara India yang sangat berpotensi mengancam perdamaian dunia;

2. Meminta kepada pemerintah Republik Indonesia untuk menyampaikan protes keras dan memberi peringatan kepada pemerintah India untuk dapat menjaga ketertiban umum dan stabilitas internasional dengan tidak membiarkan terjadinya peristiwa penghinaan ini hingga berkali-kali;

3. Menyerukan kepada segenap kaum muslimin untuk lebih memperkuat ukhuwah demi menjaga kehormatan Islam dan kaum muslimin;

4. Menyerukan kepada segenap kaum muslimin untuk semakin memantapkan cinta dan pembelaan kepada Islam dan  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan semakin mengintensifkan pembelajaran Sirah Nabawiyah, yaitu peri kehidupan Rasulullah yang penuh pesona dan uswah hasanah (teladan yang terbaik);

5. Menyerukan kepada kaum muslimin untuk dapat menjaga dan menahan diri dari tindakan- tindakan yang dapat semakin memberi dampak negatif bagi umat Islam.

Citizen Reporter : Awi Munawir