Wakil Gubernur Sulsel Buka Kompetisi Futsal Bulan K3 Nasional

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka secara resmi kompetisi Futsal Bulan K3 Nasional Tahun 2020, di Lapangan Goro Arena, Jalan Yusuf Dg Ngawing Makassar, Senin 10 Februari 2020.

Terkini.id — Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka secara resmi kompetisi Futsal Bulan K3 Nasional Tahun 2020, di Lapangan Goro Arena, Jalan Yusuf Dg Ngawing Makassar, Senin 10 Februari 2020.

Kegiatan ini mengangkat tema Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 pada Era Industri 4.0 Berbasis Teknologi informasi.

Andi Sudirman mengatakan, futsal mengajarkan seseoranf bagaimana bersifat profesional. Dimana, suatu pemerintahan bisa berkaca bagaimana pentingnya team work dibangun.

“Dimana kita bisa saling mengerti, saling mengisi kekurangan tim dan bagaimana cara mempraktekkan di lapangan karena target sasaran adalah mencetak gol. Dan tentunya ini bisa menjadi pelajaran buat kita,” ujar Andi Sudirman.

Selanjutnya, kata Andi Sudirman, adalah mengetahui tugas dan fungsinya masing-masing. Ini juga bisa menjadi pelajaran bagi pemerintahan, karena terkadang ada yang mengerjakan semuanya sehingga tidak dibangun pemerintahan secara baik.

Menarik untuk Anda:

“Intinya dalam kompetisi ini adalah bagaimana melewati lawan tanpa menyakiti hatinya,” ungkapnya, yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta yang hadir.

Andi Sudirman berpesan untuk menjaga sportivitas, kekompakan, sehingga antara perusahaan dan pemerintahan yang berkompetisi bisa saling mengenal dan bersinergi.

“Bagaimana kerja sama dengan sistem manajemen bisa membantu kegiatan-kegiatan sosial pemerintahan, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” terangnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Lima Ventilator ke Rumah Sakit Swasta dan Pemerintah

Gubernur Sulsel Bersama Panglima TNI dan Kapolri Lepas Gerakan Bakti Sosial 10.000 Paket Sembako

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar