Paskibraka Harus Menjadi Simbol Persatuan, Bukan Ruang Diskriminasi

Paskibraka Harus Menjadi Simbol Persatuan, Bukan Ruang Diskriminasi

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Oleh: Muhammad Fahmi

Pemerhati Paskibra

Sebagai bagian dari Purna Paskibraka Indonesia, saya merasa perlu menyampaikan pandangan secara terbuka terkait dinamika dan polemik yang berkembang dalam proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Pandangan ini tidak dilandasi kepentingan pribadi ataupun keberpihakan terhadap pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap marwah pembinaan Paskibraka yang selama ini dibangun atas semangat persatuan, kedisiplinan, keadilan, dan nasionalisme.

Kami menghormati sepenuhnya kewenangan penyelenggara dalam melaksanakan proses seleksi. Namun penghormatan terhadap kewenangan tidak boleh dimaknai sebagai menutup ruang kritik dan evaluasi.

Baca Juga

Justru sebagai insan yang pernah ditempa dalam organisasi Paskibraka, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga agar proses seleksi tetap berjalan sesuai nilai-nilai Pancasila, objektivitas, serta prinsip keadilan bagi seluruh putra-putri terbaik daerah.

Hari ini, polemik yang berkembang tidak lagi sekadar menyangkut siapa yang lolos atau tidak lolos seleksi.

Persoalan yang muncul telah menyentuh isu yang jauh lebih mendasar, yakni transparansi, akuntabilitas, dan etika dalam proses penilaian.

Banyak pertanyaan muncul di tengah masyarakat, pelatih, maupun pembina sekolah mengenai bagaimana indikator penilaian ditentukan, bagaimana bobot setiap aspek dinilai, siapa yang memiliki kewenangan akhir dalam pengambilan keputusan, hingga bagaimana mekanisme evaluasi terhadap tim penilai itu sendiri.

Sayangnya, seluruh proses berlangsung tertutup sehingga memunculkan ruang spekulasi dan rasa ketidakpercayaan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.