Wakil Gubernur Sulsel: Revolusi Industri 4.0 Indonesia Dapat mengurangi ketergantungan Produk Impor

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menghadiri undangan Pemerintah Singapura pada kegiatan Rising Fellowship Programme yang, di Singapura, Selasa 19 November 2019.

Terkini.id — Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan mengenai persiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan mempertimbangkan potensi daerah yang ada.

Menurutnya, revolusi industri 4.0 dapat memperbarui sektor manufaktur Indonesia dan diharapkan bahwa Indonesia dapat segera meluncurkan inisiatif “Making Indonesia 4.0″.

“Revolusi Industri 4.0 ini juga bertujuan agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungannya terhadap barang-barang luar negeri atau produk impor dan mampu memproduksi produk berkualitas tinggi di negara sendiri,” ungkap Andi Sudirman Sulaiman, saat menghadiri undangan Pemerintah Singapura pada kegiatan Rising Fellowship Programme yang, di Singapura, Selasa 19 November 2019.

Andi Sudirman berharap mampu menginspirasi para kepala daerah untuk melakukan langkah yang ditempuh Singapura.

“Kunjungan ini diharapkan mampu menginspirasi para kepala daerah untuk juga melakukan hal yang sama meski tentu merupakan tantangan yang berat mengingat populasi warga Indonesia yang jauh lebih banyak dari Singapura,” ujarnya..

Menarik untuk Anda:

Pada kegiatan itu, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Mr Chan Chun Sing dalam arahannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan batu loncatan untuk hubungan erat negara Indonesia dan Singapura, serta akan menjadi wadah diskusi potensi-potensi kerjasama kedua Negara.

“Kegiatan ini berjalan lancar dengan pemaparan mengenai revolusi industri di era 4.0 serta dampaknya bagi Indonesia,” ungkapnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Update 4 Agustus, Segini Jumlah Kasus Corona di Sulsel

Gubernur Sulsel Harap UNM Perhatikan Pendidikan Warga di Pulau

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar