Walau di Masa Pandemi, Mahasiswa Polbangtan Happy Bantu Petani untuk Percepatan Tanam

Mahasiswa Polbangtan Gowa Bersama Petani Turun Ke Sawah

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat sektor pertanian. Komoditas kedelai menjadi salah satu komoditas yang harus dijamin supaya kedepannya tetap memiliki produksi yang cukup untuk rakyat.

Di Kabupaten Bone, padi merupakan salah satu komoditas andalan terutama di Kecamatan Mare. Air dan irigasi sangat baik disini ujar Megafitria Nur, Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa yang melakukan pendampingan bersama Kelompok Tani Abbatangnge, Dusun Lagusi Desa Ujung Tanah. Varietas bibit yang digunakan yaitu bibit Cihera dan setelah penyemaian kurang lebih 20-23 hari, petani melakukan pencabutan benih

Hari ini, Sabtu, 16 Mei 2020, kami mahasiswa Polbangtan Gowa ikut berkontribusi terhadap pertanaman tadi. Kegiatan ini sebagai bukti bahwa kami serius membantu pemerintah khususnya kementerian pertanian dalam menyokong ketersedian pangan di Tengah pandemic Covid-19. Senang rasanya bisa berkontribusi positif terhadap petani apalagi dimasa pandemi covid-19 ini. Tentunya segala aktifitas kami dilapangan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Mega.

Peran pemuda khususnya dalam menggenjot ketersediaan pangan memang sangat dibutuhkan ditengah pandemi Covid-19 ini. Adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan  pertanian  berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi.

Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung  di tengah pandemi global Covid-19.

Baca juga:

Hal ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pun mengatakan ini di berbagai kesempatan.

Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” imbuh Dedi. (MUZ)

Komentar

Rekomendasi

Kecintaannya Terhadap Anak-Anak Dorong Vanessa Menjadi Relawan bagi Pengungsi di Malaysia

Kostratani BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Varietas Kopi Lokal Toraja

Gelar Aksi Sosial, IMM FISIP Bagikan Paket Ramadhan untuk Warga

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Masa LFH untuk Bantu Petani Tingkatkan Kualitas Semangka

Penyuluh, Mahasiswa Polbangtan dan Petani Bantaeng Bahu-membahu untuk Percepatan Tanam

BPP Gandangbatu Sillanan Dampingi Petani Kembangkan Kopi Arabika Varietas Lokal Toraja

Mahasiswa Manfaatkan “Waktu Belajar dari Rumah” untuk Tingkatkan Produksi Jagung Petani

Agar Produktifitas Makin Baik, Kualitas Terjaga, Mahasiswa Bantu Petani Kendalikan Gulma

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar