Masa Belajar dari Rumah, Dimanfaatkan Mahasiswa Ini Tanam Jagung di Pekarangan

Masa pandemi Covid-19 memaksa setiap orang agar tinggal di rumah demi memutus mata rantai penyebaran virus. Kondisi ini tidak serta merta membuat Andi Rinaldi Trijaya salah satu mahasiswa Polbangtan Gowa menjadi tidak produktif.

Terlihat beberapa dari kesehariannya yang mengelola lahan pekarangan rumahnya menjadi lahan jagung yang dia sebut tanaman jagung Lorong. Lokasi lahannya berada di minasa upa, di Kel. Minasa upa Kec. Rappocini Kota Makassar.

Ditengah suasana Learning from Home (LFH) Rinaldi berusaha untuk mensiasati agar tetap produktif, walaupun di lakukan dirumah saja, dengan harapan bisa untuk menopang kebutuhan pangan rumah tangga, terutama kebutuhan pangan pengganti.

Baca Juga: Raih Bonus Demografi, Kementan Fasilitasi Penumbuhan Petani Milenial

Ketersediaan stok pangan menjadi hal yang sangat penting untuk selalu tersedia bagi masyarakat, selain beras yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, ubi, jagung, kentang, dan lain-lain juga penting sebagai bahan pengganti beras sebagai sumber karbohidrat. Untuk itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan pesan kepada seluruh insan pertanian untuk selalu menjaga kesehatan “Pertanian tidak boleh berhenti karena wabah Covid-19, dan semua insan pertanian harus terus bergerak untuk mengawal ketersediaan pangan.,” tegas SYL.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. “Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan,” jelas Dedi.

Baca Juga: Job Seeker Bersiaplah, Polbangtan Gowa akan Gelar Jobfair di Makassar

Selaras dengan program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi rumah tangga melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan (Program Pekarangan Pangan Lestari/P2L), Direktur Polbangtan Gowa, Ir. Syaifuddin mengatakan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan dicanangkan kepada setiap mahasiswanya yang tinggal di kota metropolitan seperti Makassar selama proses LFH diharapkan dapat dilakukan oleh mahasiswa sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, serta pendapatannya, terlebih pada kondisi pandemi saat ini sekaligus mengimplementasikan pembelajaran yang didapatkan selama menuntut ilmu di Polbangtan Gowa.

Ketahanan pangan bukan saja tentang kecukupan bahan pangan, namun juga menyangkut kemampuan memproduksi sendiri bahan pangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal, sehingga menanam di masa Covid-19 memang solusi cerdas untuk mengatasi adanya krisis pangan yang mungkin dapat terjadi.

Bagikan