Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menjelaskan soal belum berfungsinya kontainer Makassar Recover sebagai pusat kesehatan di kelurahan.
Danny mengatakan fasilitas itu akan mulai beroperasi setelah kontainer rampung di 153 kelurahan. Namun, program yang telah di susun sejak bulan April 2021 ini, masih terkendala beberapa masalah.
Seperti masih banyak lurah yang salah menempatkan kontainer. Salah satunya terjadi di Kelurahan Bonto Biraeng, Kecamatan Mamajang, yang menebang pohon untuk menyimpan kontainer.
Menurutnya, lurah tersebut malas mencari tempat sehingga mencari jalan pintas dengan menebang pohon secara serampangan.
“Setelah mereka (lurah) bergerak, salah lagi karena mereka malah merusak lingkungan, pedestrian dipakai, kawasan hijau dipakai,” ujar Danny, Jumat, 10 September 2021.
- Wali Kota Makassar Munafri Tegaskan Proyek PSEL Tetap Berjalan, Penetapan Lokasi Masih Dimatangkan
- Wali Kota Makassar Pastikan Pembenahan TPA Tamangapa Terus Berlanjut, Menteri LH Apresiasi Progres Sanitary Landfill
- Wali Kota Makassar Sambut Program Pelatihan Gratis Singapura, Guru hingga Nelayan Diusulkan Jadi Peserta
- Wali Kota Munafri Hadiri Pembukaan Rakornas APINDO ke-35, Tiga Menteri Jadi Pembicara Utama
- 10 Ribu Muslimah Ramaikan Salam Indonesia di Makassar, Wali Kota Soroti Pentingnya Ketahanan Keluarga dan Ekonomi
“Apa yang saya tangkap dari ini? inilah kualitas lurah-lurah kita. Saya kira agak sulit rasanya mereka bisa bertugas, karena tidak sesuai daripada profesionalisme lurah yang saya bayangkan,” sambungnya kemudian.
Ia telah memerintahkan kepada camat dan sekertaris kota untuk menyempurnakan posko kelurahan tersebut.
“Sudah saya perintahkan camat untuk sempurnakan ini barang-barang, sama pak Sekda,” katanya.
Danny mengatakan tugas para lurah bukan hanya sekedar menyiapkan kontainer saja. Namun, bagaimana mengoperasikan kontainer tersebut sebagai posko kelurahan.
“Itukan harus didaftar, harus ada akunnya, harus ada laporannya, harus ada kegiatannya. Kita bukan hanya bikin kontainer, kita bikin posko,” tegasnya.
“Kalau hanya bikin kontainer sudah selesai itu, tapi ini kita bikin posko, fungsinya untuk memonitor kesehatan warga,” terangnya
Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan anggaran sekitar 100 juta per unit pengadaan kontainer Makassar Recover pada 153 kelurahan. Anggaran tersebut menggunakan dana kelurahan.
“Kisarannya itu sekitar Rp100 juta per kontainer, itu sudah semua, tapi nanti dilihat pertanggungjawabannya seperti apa, bisa jadi kurang atau lebih dari itu,” kata dia.
Kendati kontainer tersebut sudah terlihat di beberapa kelurahan, antara lain, Kelurahan Bonto Bireng, Mattoanging, Maricaya, Tidung, Sambung Jawa, Kelurahan Mamajang Luar, hingga Kelurahan Mangasa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
