Carut-marut Pengelolaan Data Pendidikan di Kota Makassar

Carut-marut Pengelolaan Data Pendidikan di Kota Makassar

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini, Makassar – Sekitar dua ribu pelajar di Kota Makassar tidak tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sebuah sistem vital yang mengelola data pendidikan di Indonesia. Fakta ini diungkapkan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Nielma Palamba.

“Saya juga baru menerima laporannya,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Nielma Palamba, yang mengaku mengetahui persoalan ini dari laporan sejumlah kepala bidang (kabid) di Disdik Kota Makassar beberapa hari lalu.

Kendala ini, menurut Nielma, memerlukan koordinasi langsung dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) untuk memastikan siswa yang belum terdata dapat dimasukkan ke dalam sistem. Namun, kompleksitas kasus ini tidak berhenti di situ.

Respons Wali Kota dan Dampak pada Siswa

Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, sebelumnya telah mengungkapkan permasalahan ini ke publik. Danny Pomanto, sapaan akrabnya, menyoroti risiko besar yang dihadapi siswa-siswa tersebut. Tanpa terdata dalam Dapodik, mereka terancam tidak mendapatkan ijazah meskipun telah mengikuti pendidikan secara resmi.

“Ini persoalan serius,” tegas Danny.

Baca Juga

Ia memastikan telah menyampaikan masalah ini kepada Nielma Palamba dan meminta Disdik segera mengambil langkah konkrit.

Namun, yang memperkeruh situasi adalah kebakaran di Kantor Disdik Kota Makassar pada Sabtu, 11 Januari 2025. Kebakaran tersebut menghanguskan ruang keuangan, tempat server Dapodik berada. Danny meminta aparat kepolisian mengusut tuntas insiden ini.

“Kita perlu tahu, apa ada unsur kesengajaan di balik kebakaran ini?” ujarnya.

Sistem yang Bermasalah atau Kesalahan Pengelolaan?

Kasus dua ribu siswa yang tak terdata ini membuka tabir carut-marut pengelolaan data pendidikan di Makassar. Dapodik adalah sistem yang dirancang untuk memastikan transparansi dan akurasi data siswa di seluruh Indonesia. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan di tingkat daerah sering kali tidak optimal.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan baru. Jika permasalahan ini baru saja disadari, bagaimana selama ini Disdik melakukan verifikasi dan validasi data siswa? Apakah ada pengawasan yang lemah atau justru kelalaian struktural?

Kebakaran yang Menimbulkan Spekulasi

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.