Terkini.id, Makassar – Rencana Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menggelar festival rebus di tengah rendahnya pasokan minyak goreng mendapat kritikan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Rencananya festival rebus bakal digelar pada Minggu, 27 Maret 2022.
Anggota Komisi D DPRD Makassar Yeni Rahman mengatakan merebus makanan merupakan hal biasa bagi masyarakat.
Ketimbang menghelat festival, Yeni mengatakan lebih baik anggaran kegiatan tersebut dialihkan untuk membantu perekonomian masyarakat.
“Rebus Makanan tidak perlu di festivalkan. Masyarakat sering lakukan,” ucap Yeni, Rabu, 23 Maret 2022.
Yeni menyebut pemerintah kota seharusnya fokus memastikan pasokan minyak goreng di pasaran. Selain itu, kata dia, lebih banyak menggelar pasar murah.
- Wali Kota dan Wawali Makassar Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Kolaborasi Pusat dan Daerah
- Wali Kota Makassar Ikuti Penanaman Pohon dan Senam Bersama di Rakernas APEKSI XVIII Medan
- Makassar Ambil Peran di Rakernas APEKSI 2026, Munafri Dorong Pembangunan Kota yang Adaptif
- Di Rakernas APEKSI 2026: Wali Kota Makassar Munafri Dorong Penguatan Ketahanan Bencana dan Pangan
- Munafri Arifuddin Hadiri Gala Dinner APEKSI 2026, Perkuat Sinergi Antarkota untuk Kemajuan Makassar
“Ini jauh lebih memberi efek dibanding menggelar festival yang masyarakat sudah tahu,” tuturnya.
Di sisi lain, ia menilai ada banyak cara dalam mengolah makanan, salah satunya dengan merebut. Namun, kata dia, kelangkaan minyak goreng juga berkaitan dengan ekonomi pelaku UMKM.
“Kalau minyak goreng langkah kan juga berpengaruh terhadap ekonomi pelaku UMKM. Jadi poinnya, bukan hanya bicara soal cara mengolah makanan lewat direbus,” paparnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
