Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan pentingnya partisipasi seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
“Dengan dukungan seluruh masyarakat dan pelaku usaha, kita dapat mewujudkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” kata Aliyah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan SE2026 merupakan amanah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik sekaligus program prioritas nasional yang memiliki tingkat kompleksitas tertinggi dibandingkan sensus sebelumnya.
“Jika sebelumnya ada sensus penduduk dan sensus pertanian, maka Sensus Ekonomi 2026 menjadi yang paling unik sekaligus paling kompleks karena mencakup seluruh kegiatan ekonomi, penduduk, keluarga, hingga usaha,” ujarnya.
Aryanto menjelaskan bahwa seluruh keluarga, pelaku usaha, dan aktivitas ekonomi di Indonesia akan menjadi objek pendataan dalam SE2026. Karena cakupan yang sangat luas, pelaksanaan sensus diberikan waktu selama dua setengah bulan.
- PT Kalla Inti Karsa Borong Empat Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026
- Great World Circus 2 On Ice Kembali Hadir di Makassar, Hadirkan Sensasi Musim Dingin dan Atraksi Kelas Dunia
- Melalui Nobar Piala Dunia, Polsek Arungkeke Merajut Kebersamaan Dengan Warga
- LPS Siapkan Program Penjaminan Polis untuk Pertumbuhan Industri Asuransi Nasional
- LP3M Harakah Bakomubin Sulsel Gelar Pelantikan dan Rapat Kerja Sabtu 20 Juni
“Ini menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan dukungan semua pihak,” katanya.
Menurut Aryanto, Kota Makassar memiliki posisi yang sangat strategis dalam perekonomian Sulawesi Selatan. Kontribusi ekonomi Kota Makassar mencapai lebih dari 34 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan.
“Kalau berbicara ekonomi Sulawesi Selatan, maka Kota Makassar memiliki peran yang sangat besar. Lebih dari 34 persen perekonomian Sulawesi Selatan ditopang oleh Kota Makassar. Karena itu, keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi di Makassar menjadi perhatian khusus bagi kami,” tuturnya.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Sulawesi Selatan mengerahkan sebanyak 934 petugas di Kota Makassar, jumlah terbesar dibandingkan daerah lain di Sulawesi Selatan.
“Suksesnya sensus ekonomi ada dua indikator utama. Pertama, tidak ada keluarga maupun usaha yang terlewatkan. Kedua, kualitas data yang dikumpulkan harus terjamin dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Aryanto.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
