Wali Kota Makassar Tambah Komposisi Direksi dan Dewas di 3 Perusda, Kenapa?

Wali Kota Makassar Tambah Komposisi Direksi dan Dewas di 3 Perusda, Kenapa?

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menambah komposisi direksi dan dewas pada tiga perusahaan daerah. Mulai dari, Perumda Air Minum Kota Makassar, PD Parkir Makassar Raya dan PD Pasar Makassar Raya.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto beralasan pihaknya menambah layanan sehingga dibutuhkan penambahan jabatan.

“Kita membuat banyak layanan-layanan. Misalnya soal parkir menargetkan PAD hingga Rp2 triliun,” kata Danny saat ditemui di Rujab Wali Kota Makassar, Selasa, 19 Juli 2022.

Sementara dua Perusda lain, Perumda Pasar Makassar Raya dan Perumda Air Minum Makassar juga ditarget PAD besar.

“Pasar besar sekali potensinya. PDAM kita punya air limbah sekarang, yang sekarang ini digali-gali sebentar lagi 15.000 sambungan arus berlangsung. Siapa yang menagih? siapa yang mau kelola itu,” ucap Danny.

Baca Juga

Selain penambahan direksi dan dewas. Danny Pomanto juga melantik beberapa jabatan berdasarkan Perda, di antaranya ada Sekretaris Dewan Pengawas dan Komite Audit.

“Sesuai Perda. Tidak ada tambahan. Perwali sudah,” ucapnya

Dalam PP Nomor 54 tahun 2017, Pasal 52 menyebut, Dewan Pengawas atau Komisaris dapat mengangkat seorang sekretaris yang dibiayai oleh Perumda.

Adapun tugas Sekretaris untuk membantu kelancaran pelaksanaan tugas Dewan Pengawas atau Komisaris.

Selanjutnya, pasal 84 disebut Dewan Pengawas atau Komisaris membentuk komite audit dan komite lainnya yang bekerja secara kolektif dan berfungsi membantu Dewan Pengawas atau Komisaris dalam melaksanakan tugas pengawasan.

Komite audit dan komite lainnya beranggotakan unsur independen dipimpin oleh seorang anggota dewan pengawas atau anggota komisaris.

Komite audit dan komite lainnya dalam pelaksanaan tugasnya dapat berkoordinasi dengan satuan pengawas intern.

Danny berujar, melalui komposisi baru ini diharapkan masing-masing Perumda dapat mencapai target.

“PAD harus naik. Lebih baik dari sekarang,” tegasnya.

Masing-masing perumda nantinya bakal dilakukan evaluasi setiap enam bulan. Pejabat perumda yang tidak mampu bekerja siap-siap juga akan dievaluasi.

“Pasti. Enam bulan kita evaluasi. Sekretaris dewas masuk dalam PP nya. Ditunjuk langsung. Tidak masuk pemilihan. Tapi rata-rata diambil dari orang yang ikut pemilihan,” tutur Danny.

Terkait dewan pengawas yang ditunjuk dari pusat, kata Danny akan ditunjuk Pj untuk digantikan sementara hingga menunggu dari pusat.

“Kalau pusat kita menunggu. Lebih dari empat, harus ada dewas dari pusat,” tutup Wali Kota Danny. 

Sebelumnya, Pengamat Pemerintahan dan Tata Kelola Keuangan, Bastian Lubis mengatakan tak perlu ada penambahan direksi dan dewas. Ia menilai hal itu lantaran kondisi BUMD belum sehat. 

“Nggak perlu ada penambahan direksi baru saat ini,” ujar Bastian Lubis.

Menurutnya, bila pemerintah kota menambah menambah direksi BUMD berarti harus mempunyai suatu kajian akademis. Sebab akan dibuatkan tupoksi atau jobdiscription. 

“Baik dilihat dari sudut ekonomisnya dalam bidang penggangarannya, efektifitasnya dalam bidang ketepatan dalam bekerja serta efesien dalam bidang waktu kegiatan tidak ada tumpang tindih,” tuturnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.