Terkini.id, Jakarta – Seorang wanita paruh baya berusia 50 tahun menjadi korban pemerkosaan seorang pendeta hingga alat kelaminnya luka parah. Usai diperkosa, korban kemudian meninggal.
Kejadian tersebut diketahui terjadi di sebuah rumah ibadah di wilayah Uttar Pradesh, India pada Minggu malam waktu setempat.
Mengutip Times of India lewat Suara.com, Kamis 7 Januari 2021, laporan informasi pertama (FIR) terkait peristiwa itu baru didaftarkan pada Selasa malam setelah pemeriksaan post-mortem mengungkapkan bahwa wanita itu menderita banyak luka termasuk di bagian alat kelaminnya.
“Dari hasil autopsi, bagian vital korban mengalami penyiksaan,” demikian pernyataan dari pihak kepolisian setempat.
Adapun pelaku yakni seorang pendeta dan dua muridnya itu kemudian didakwa berdasarkan pasal 376-d (pemerkosaan berkelompok) dan 302 (pembunuhan) di kantor polisi Ughaiti Budaun.
- Penataan PKL Dibarengi Pemberdayaan, Pemkot Makassar Gandeng Bank Sulselbar Salurkan KUR untuk UMKM
- Inovasi Pengolahan Sampah Berbasis Magot PT Vale Dihadirkan Dalam Pameran Lingkungan Internasional KemenLHK
- Di Ujung Gubuk Reot, 7 Tahun Sebatang Kara, Daeng Sangkala Terbaring Sakit Tanpa KTP dan Perawatan
- Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Ikuti Pelatihan PAKU Integritas 2026 yang Digelar KPK
- Lambatnya Penanganan Kasus Dugaan Korupsi SPAM Jeneponto, 50 Saksi Diperiksa Namun Tersangka Belum Ada
Salah satu terdawak telah ditahan oleh pihak kepolisian setempat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Suami korban mengatakan bahwa istrinya itu awalnya pergi ke tempat ibadah pada Minggu malam, namun tak kunjung kembali.
Pada malam harinya, terdakwa dan dua pembantunya itu membawa wanita tersebut pulang dengan mobil dan memberi tahu pihak keluarga korban bahwa dia jatuh di sebuah sumur kering.
“Istri saya masih hidup saat itu. Tetapi sebelum kami dapat memahami atau mengajukan pertanyaan apa pun, mereka pergi ke dalam mobil. Setelah beberapa menit, istri saya meninggal karena luka-luka itu. Dia mengalami banyak luka, termasuk di bagian pribadi,” kata suami korban.
Anak sulung korban meyakini bahwa pendeta tersebut telah berbohong dengan mengatakan ibunya itu jatuh di sebuah sumur kering.
“Kami yakin pendeta dan para pembantunya berbohong. Mereka tidak membawa ibuku ke rumah sakit,” tuturnya.
Sementara itu, pengawas senior polisi (SSP) Budaun, Sankalp Sharma, yang bergegas ke desa tersebut mengatakan bahwa bedah mayat telah mengkonfirmasi adanya luka di bagian pribadi korban dan alasan kematiannya adalah syok dan pendarahan akibat luka tersebut.
“Pendeta dan para pembantunya kabur. Kami telah mendaftarkan FIR terhadap mereka. Kami telah mengerahkan banyak tim untuk menangkap tersangka,” ujar Sankalp.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
