Terkini.id, Jeneponto – Megawati (20), warga Lingkungan Bonngun Ba’do, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, mengakhiri hidupnya di depan buah hatinya dengan cara gantung diri, Senin, 3 Januari 2020.
Motif penyebab IRT yang baru berusia 20 tahun itu mengakhiri hidupnya masih menjadi misterius.
Namun, sebelum nekat bunuh diri, almarhumah meninggalkan sepucuk surat yang berisi curhatan hatinya.
Surat berisi kalimat curahan hatinya itu tertulis dalam lima lembar kertas yang ditemukan oleh kakak kandung korban di dalam lemari pakaian.
Selain itu, ditemukan juga sejumlah percakapan lewat pesan WhatsApp dengan suaminya, Riswan, di handphone (HP) korban.
- Wanita Lansia di Gowa Tewas Gantung Diri di Rumah, Polisi Olah TKP
- Pria di Soppeng ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya
- Gubernur Berikan Tabungan Beasiswa kepada 2 Anak di Pinrang yang Ibunya Gantung Diri
- Wanita Berprofesi Dokter Ini Ditemukan Tewas Tergantung Kain Seprai di Kamar Kontrakan di Bogor
- Miris! Mahasiswi Ditemukan Meninggal Gantung Diri, Diduga Bunuh Diri Karena Stres Punya Anak di Luar Nikah
“Saya dapat dalam lemari pakaiannya, pas buka lemari ada catatan kecil adik saya. Adik saya minta maaf ke suaminya. Adik saya minta diperhatikan dan disayang,” kata Anti, kakak kandung Megawati, Rabu, 5 Februari 2020.
Diduga, almarhumah sengaja menulis curhatan hatinya tersebut sebelum mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya.
“Dalam surat itu, adik saya merasa kurang mendapat perhatian dan tidak bahagia dengan suaminya karena jarang pulang,” katanya.
Sedangkan, Fitria yang merupakan kakak ipar almarhumah mengatakan, dalam surat itu Megawati mengungkapkan perasaannya tentang apa yang dialami oleh keluarganya.
“Mungkin hatinya sudah sakit, dan tidak bisa dia tahan, akhirnya dia bunuh diri,” ucapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
