Warga Bantaran Sungai Balangturungan Daya Bersihkan Enceng Gondok

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar-Eceng gondok merupakan tanaman air yang mengapung dengan kecepatan pertumbuhan yang tinggi sehingga dapat merusak lingkungan perairan.

Hal tersebut yang membuat warga beraksi melakukan pemusnahan enceng gondok di sungai balangturungan Daya, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanayya Kota Makassar, Sabtu, 11 Januari 2020.

Enceng gondok dengan nama ilmiah Eichhornia crassipes merupakan tumbuhan liar yang kerap disebut gulma ini tumbuh di bantaran sungai.

Sungai Balangturungan merupakan akses air yang melintasi beberapa daerah di kota Makassar hingga bermuara di Sungai Tello.

Olehnya itu, warga bersepakat memusnahkan Enceng gondok sepanjang sungai Balangturungang yang semakin hari semakin subur berkembang biak menutupi sungai, membuat arus air mandeg akibat tersumbat enceng gondok.

Baca juga:

Ketua RT 04 kelurahan Daya, Akhirul Daeng Lelu, menjelaskan, upaya warga memusnahkan enceng gondok merupakan aksi warga membersihkan enceng gondok yang semakin menutupi sungai, mengingat kondisi cuaca saat ini sudah musim penghujan, pemusnahan Enceng gondok ini guna mengantisipasi banjir.

“Mengacu pada musim hujan lalu bantaran sungai meluap hingga merendam beberapa pemukiman di Kecamatan Biringkanayya. Semua itu diakibatkan terjadinya pendangkalan sungai dan tumpukan enceng gondok dalam sungai,” kata Akhirul.

Akhirul menambahkan, kegiatan pemusnahan tumbuhan liar enceng gondok bantaran sungai tersebut mendapat apresiasi dari Lurah Kelurahan Daya, Nur Alam dan Camat Biringkanayya, DR. Andi. Syahrum, SE,. M,Si, sehingga membuat warga semakin antusias melakukan aksi pembenahan sungai Balangturungan.

Akhirul berharap semoga apresiasi Lurah dan Camat menjadi edukasi penanggulangan bencana bagi masyarakat Biringkanayya.

Namun demikian, ternyata enceng gondok ini bernilai ekonomis, berupa kerajinan berbahan limbah enceng gondok.

Kerajinan tangan berbahan dasar eceng gondok ini muncul sebagai salah satu cara yang produktif untuk menghilangkan limbah enceng gondok yang merugikan.

Kerajinan tangan dari eceng gondok ini dibuat dengan menganyam serat alami yang dibentuk dari eceng gondok kering.

Karakteristik serat eceng gondok yang kuat dan mudah dibentuk menjadikanya sering diolah menjadi kerajinan tangan dengan fungsional tertentu mulai dari tas, tempat penyimpanan barang, sandal, sampai dengan furnitur.

Komentar

Rekomendasi

BBKSDA Sulsel Gelar Webinar Meretas Jalan Satwa Liar Kembali ke Alam Dimasa Pandemi

Cek Fakta, Sempat Viral di Medsos Ini Akhirnya

Objek Wisata Mangrove Lantebung di Lirik Prof Yusran

Menteri LHK: Pemda Berperan Penting Atasi Perubahan Iklim

Diskusi Internasional, Menteri Siti Bicara Peran Penting Pemda Atasi Perubahan Iklim

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar