Terkini.id, Makassar-Eceng gondok merupakan tanaman air yang mengapung dengan kecepatan pertumbuhan yang tinggi sehingga dapat merusak lingkungan perairan.
Hal tersebut yang membuat warga beraksi melakukan pemusnahan enceng gondok di sungai balangturungan Daya, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanayya Kota Makassar, Sabtu, 11 Januari 2020.
Enceng gondok dengan nama ilmiah Eichhornia crassipes merupakan tumbuhan liar yang kerap disebut gulma ini tumbuh di bantaran sungai.
Sungai Balangturungan merupakan akses air yang melintasi beberapa daerah di kota Makassar hingga bermuara di Sungai Tello.
Olehnya itu, warga bersepakat memusnahkan Enceng gondok sepanjang sungai Balangturungang yang semakin hari semakin subur berkembang biak menutupi sungai, membuat arus air mandeg akibat tersumbat enceng gondok.
- Rakerkonas APINDO Digelar di Makassar, Menko Ekonomi, Dubes Bersama 700 Lebih Pengusaha Akan Hadir
- Musda XVI ASITA Sulsel Digelar 20 Agustus 2026, Empat Bakal Calon Ketua Sudah Terdaftar Siap Bertarung
- Wabup Gowa Sambut Kapolresta Baru, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
- DPPKB Gowa Borong 15 Penghargaan pada Harganas ke-33 Sulsel, Bukti Keberhasilan Program Bangga Kencana
- Pegadaian Cetak Laba Rp6,59 Triliun pada Semester I 2026, Kinerja Melonjak 84,4 Persen
Ketua RT 04 kelurahan Daya, Akhirul Daeng Lelu, menjelaskan, upaya warga memusnahkan enceng gondok merupakan aksi warga membersihkan enceng gondok yang semakin menutupi sungai, mengingat kondisi cuaca saat ini sudah musim penghujan, pemusnahan Enceng gondok ini guna mengantisipasi banjir.
“Mengacu pada musim hujan lalu bantaran sungai meluap hingga merendam beberapa pemukiman di Kecamatan Biringkanayya. Semua itu diakibatkan terjadinya pendangkalan sungai dan tumpukan enceng gondok dalam sungai,” kata Akhirul.
Akhirul menambahkan, kegiatan pemusnahan tumbuhan liar enceng gondok bantaran sungai tersebut mendapat apresiasi dari Lurah Kelurahan Daya, Nur Alam dan Camat Biringkanayya, DR. Andi. Syahrum, SE,. M,Si, sehingga membuat warga semakin antusias melakukan aksi pembenahan sungai Balangturungan.
Akhirul berharap semoga apresiasi Lurah dan Camat menjadi edukasi penanggulangan bencana bagi masyarakat Biringkanayya.
Namun demikian, ternyata enceng gondok ini bernilai ekonomis, berupa kerajinan berbahan limbah enceng gondok.
Kerajinan tangan berbahan dasar eceng gondok ini muncul sebagai salah satu cara yang produktif untuk menghilangkan limbah enceng gondok yang merugikan.
Kerajinan tangan dari eceng gondok ini dibuat dengan menganyam serat alami yang dibentuk dari eceng gondok kering.
Karakteristik serat eceng gondok yang kuat dan mudah dibentuk menjadikanya sering diolah menjadi kerajinan tangan dengan fungsional tertentu mulai dari tas, tempat penyimpanan barang, sandal, sampai dengan furnitur.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
