Terkini.id, Makassar – Warga Karunrung, Kecamatan Rappocini menyesalkan beberapa kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang dinilai tidak berpihak kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelayanan masyarakat.
Seperti penghapusan program call center 112, insentif penasehat wali kota, dan kader posyandu.
Menurut warga, program tersebut tak lagi aktif selama Danny Pomanto tak menjabat Wali Kota Makassar.
“Kenapa penasehat wali kota dikorbankan, kenapa insentif kader posyandu dihilangkan. Harusnya dana tersebut tetap ada dan berjalan, jangan dihapus,” sesal warga Karunrung, Syahrir, Kamis, 8 Oktober 2020.
Dia menegaskan, ukuran sebuah kota maju bukan pada fisik semata seperti mendirikan bangunan pencakar langit dan membangun menara.
- Atasi Stunting, Wakil Bupati Sidrap Tekankan Orang Tua Selektif dan Perhatikan Asupan Gizi Anak
- Temukan Ayam Tak Segar dan Masakan Kurang Matang, Andi Nirawati Minta Prosedur MBG Diperketat
- Rumah Quran di Maros Besarkan Bayi Selama 8 Bulan, Bantah Tudingan Menahan Anak Orang
- Bupati Sidrap Nyatakan Dukungan Penuh Pembentukan Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan
- Gubernur Andi Sudirman Beberkan Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Bersama
Namun sebuah kota disebut maju manakala masyarakatnya merasakan manfaat dari pendapatan negara.
Menurur Syahrir, tak ada artinya pendapatan meningkat kalau muaranya bukan untuk masyarakat.
Daripada uang jadi objek korupsi, lebih baik dibelanjakan untuk pembangunan dan memberi insentif penasehat wali kota dan pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam pelayanan.
Senada, warga lainnya, Syamsuddin mengemukakan sejumlah akumulasi kemunduran Kota Makassar membuat masyarakat menunggu Danny kembali menjadi Wali Kota Makassar.
“Hanya ADAMA yang realistis dengan bukti nyata. memberantas budaya korupsi dan mendorong pelayanan yang pro rakyat. Kami kukuh pada satu tujuan, insya allah nomor 1 menang,” ujarnya.
Menjawab keresahan warga tersebut. Danny mengatakan siap mengembalikan insentif tenaga pendidik, seperti guru mengaji, guru sekolah minggu, pemandi jenazah, imam masjid, kader posyandu, RT/RW, dengan catatan sektor pajak mencapai target.
“Begitu PAD tembus Rp 2 triliun, saya kasi naik semua sektor. Saya kasi naik juga semua insentif ta. Bahkan diterima perminggu, ini ada rumusnya bukan bikin piti kana-kanai,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
