Terkini, Makassar – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Gerindra, Andi Nirawati, menyampaikan sejumlah catatan dan rekomendasi terkait pelaksanaan program MBG dan operasional dapur di Sulawesi Selatan.
Ia mengatakan, berbagai masukan dari masyarakat dan hasil pengawasan lapangan menjadi bahan penting untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kami ketika turun ke lapangan dan mendapatkan informasi terkait persoalan yang muncul, tentu langsung mencari penjelasan dari pihak terkait mengenai penyebabnya,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, ia menilai perlu adanya standar yang lebih jelas terkait pengolahan bahan baku makanan di dapur MBG.
“Ada beberapa kasus makanan yang bermasalah disebabkan bahan baku seperti ayam terlalu lama berada di luar sebelum diolah, sehingga kualitasnya menurun. Ada juga makanan yang kurang matang karena waktu memasaknya tidak cukup,” katanya.
- Atasi Stunting, Wakil Bupati Sidrap Tekankan Orang Tua Selektif dan Perhatikan Asupan Gizi Anak
- Rumah Quran di Maros Besarkan Bayi Selama 8 Bulan, Bantah Tudingan Menahan Anak Orang
- Bupati Sidrap Nyatakan Dukungan Penuh Pembentukan Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan
- Gubernur Andi Sudirman Beberkan Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Bersama
- Kemendagri Setujui Seleksi Direksi PDAM Makassar Dilanjutkan
Karena itu, ia mengusulkan adanya standar waktu dan prosedur pengolahan bahan baku agar kualitas makanan tetap terjaga.
Selain itu, Andi Nirawati juga meminta adanya pelatihan khusus bagi juru masak, asisten juru masak, kepala SPPG, hingga ahli gizi agar mampu menghadirkan variasi menu yang lebih baik dan diterima seluruh kalangan masyarakat.
“Menu yang disajikan harus memiliki standar dan variasi yang baik, baik untuk masyarakat pedesaan maupun perkotaan,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar menu makanan tidak monoton karena dapat menimbulkan kejenuhan pada penerima manfaat.
“Kalau menunya terus sama, penerima manfaat bisa bosan dan akhirnya mencari alasan untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut,” katanya.
Menurutnya, pemerintah juga perlu melakukan sosialisasi secara masif mengenai pentingnya kandungan gizi dalam program MBG, terutama kepada anak-anak penerima manfaat.
“Banyak laporan bahwa ada anak-anak yang tidak mengonsumsi makanan tersebut karena tidak memahami manfaat gizinya. Jadi perlu edukasi agar mereka sadar pentingnya makanan bergizi,” jelasnya.
Ia menilai pemahaman tentang manfaat gizi akan mendorong anak-anak untuk tetap mengonsumsi makanan yang disediakan pemerintah.
Selain itu, Andi Nirawati juga mengusulkan adanya standar rentang harga bahan baku pangan untuk mengantisipasi fluktuasi harga di pasaran.
“Harga bahan baku sering berubah-ubah dan kadang berbeda dengan standar harga yang ada. Karena itu perlu dibuat rentang standar harga yang dianggap normal,” ujarnya.
Ia juga mendukung gagasan pembuatan sistem atau aplikasi pengawasan publik seperti layanan pengecekan bansos agar masyarakat dapat menyampaikan kritik, saran, maupun laporan secara langsung.
“Mungkin perlu dibuat sistem atau link pengaduan agar masyarakat bisa memberikan koreksi dan masukan tanpa harus menimbulkan kegaduhan,” katanya.
Menurutnya, mekanisme pengawasan publik yang baik dapat membantu menjaga fokus pelaksanaan program agar tujuan utamanya tetap tercapai.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendataan alergi pada penerima manfaat untuk mengantisipasi masalah kesehatan akibat konsumsi makanan tertentu.
“Bisa saja ada anak yang mengalami gangguan kesehatan karena alergi terhadap bahan makanan tertentu yang tidak terdata,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Nirawati turut meminta data terkait anak tidak sekolah (ATS) agar dapat ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.
Ia menilai program Sekolah Rakyat ke depan dapat menjadi solusi bagi anak-anak kurang mampu karena tidak hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga pemberdayaan bagi keluarga mereka.
“Sekolah Rakyat nantinya bukan hanya membantu anak mendapatkan pendidikan, tetapi juga membantu orang tua agar memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan dan penghasilan,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
