Warga Negara Lain Demo Protes Lockdown, Australia Rusuh, Netizen: Alhamdulillah di +62 Tidak Ada

Warga Negara Lain Demo Protes Lockdown, Australia Rusuh, Netizen: Alhamdulillah di +62 Tidak Ada

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id – Pada 24 Juli 2021 kemarin menjadi momen kampanye ‘World Wide Rally for Freedom’ yang digelar sejumlah warga di negara lain di dunia. Beruntung, dalam kampanye aksi demo protes lockdown itu, Indonesia tidak termasuk.

Di Australia, aksi demo terkait World Rally for Freedom itu diwarnai insiden kekerasan. Ribuan orang berkumpul di Sydney, menyerukan “kebebasan!” sambil berjalan beriringan menuju pusat kota Sydney. Polisi menyampaikan mereka telah menangkap 57 orang.

Seperti diketahui, sejumlah negara termasuk Australia memberlakukan kembali lockdown lantaran lonjakan infeksi baru.

Kedatangan virus corona varian Delta yang sangat mudah menular telah menantang strategi yang sebelumnya diterapkan Australia yaitu menutup perbatasan, mengkarantina, dan lockdown cepat yang telah menjaga jumlah kasus tetap rendah.

Mengutip dari BBC, tingkat vaksinasi Australia masih yang terendah di antara negara-negara maju, dengan kurang dari 14% populasi sudah divaksinasi.

Baca Juga

Pada Sabtu 24 Juli 2021, ribuan orang mengadakan iring-iringan menuju pusat kota Sydney melewati daerah suburban Haymarket.

Otoritas kesehatan di New South Wales (NSW) baru saja menetapkan area tersebut sebagai titik panas Covid-19, lansir media publik ABC News.

Beberapa pengunjuk rasa mengangkat plakat bertulisan “Turunkan masker, naikkan suara Anda” dan “Bangunlah, Australia”.

Para demonstran memblokir jalan dan berkumpul di luar balai kota Sydney. Satu grup melempar botol ke petugas berkuda.

“Kepolisian NSW mengakui dan mendukung hak-hak individu dan kelompok untuk menggunakan hak kebebasan berekspresi dan berserikat dengan damai, namun, unjuk rasa hari ini adalah pelanggaran terhadap Aturan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang saat ini berlaku,” kata lembaga itu dalam pernyataan pers.

Sekitar 13 juta warga Australia – sekitar setengah populasinya – kini kembali dalam lockdown.

Sydney sekarang telah dalam lockdown selama empat minggu, namun terus mencatat kenaikan kasus.

Pemerintah NSW mengumumkan pertambahan infeksi baru mencapai rekor, yaitu 163 kasus baru, pada Sabtu ini.

Menteri kesehatan negara bagian Brad Hazzard menyerukan agar negara-negara bagian lain mengirimkan dosis vaksin ekstra ke NSW. Seruan senada sebelumnya disampaikan oleh Perdana menteri negara bagian New South Wales Gladys Berejiklian.

“Jika situasi di New South Wales bertambah buruk, ini dapat menciptakan masalah besar bagi seluruh negeri,” kata Hazzard.

“New South Wales adalah pintu masuk ke seluruh Australia.”

Menurut data John Hopkins University, hingga saat ini Australia telah mencatat total 32.594 kasus dan 916 kematian.

Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi menyampaikan kesyukurannya karena warga Indonesia tidak ikut aksi demo tersebut.

Warga Negara Lain Demo Protes Lockdown, Australia Rusuh, Netizen: Alhamdulillah di +62 Tidak Ada

“World Wide Rally for Freedom 24 Juli. Mengapa hari ini beredar info demo di berbagai kota di Indonesia? 
Karena di seluruh dunia ada “World Wide Rally for Freedom 24 Juli”. 

Alhamdulillah di +62 tidak ada. Thanks semua pihak yang  mengupayakan kedamaian. Kasihan nakes dan masy yang sudah berkorban PPKM kl ada demo.

‘Jadi amat sangat mohon jangan demo, karena datanya menunjukkan Jakarta sedang bagus. Jadi tidak ada alasan untuk demo (tolak PPKM) karena hasilnya baik,’ ujar Zubairi/IDI,” tulis Ismail Fahmi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.