Warga Sinjai Nikahi Gadis Polandia, Satu Keluarga Besar Bule Datang Pakaian Adat

Warga Sinjai Nikahi Gadis Polandia, Satu Keluarga Besar Bule Datang Pakaian Adat

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Sinjai – Viral di media sosial, pria asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita asal Polandia.

Menariknya, wanita Polandia itu membawa serta keluarga besarnya yang berjumlah 26 orang.

Mereka pun datang lalu ikut mengenakan pakaian adat khas Sulawesi Selatan. Dalam video beredar, rombongan perempuan memakai baju bodo dan rombongan pria memakai jas hitam dan songkok Bone.

Pria asal Sinjai tersebut, Randi menikahi gadis warga negara asing (WNA) asal Polandia, Weronika Kuras dan digelar pada Kamis 20 Juli 2023.

Acara pernikahan keduanya sempat tertunda lama karena situasi pandemi COVID-19.

Diketahui, keduanya sudah lebih menggelar akad nikah pada tahun 2022. Hanya resepsinya yang baru menyusul tahun ini.

Pertemuan Randi dan Weronica bermula saat pria Bugis itu menjadi pemandu wisata di Bali. Kebetulan Weronica juga adalah pemandu wisata.

Weronica kemudian Mualaf sebelum melangsungkan pernikahan.

Boyong 27 Keluarga

Weronika Kuras diketahui membawa serta  27 orang keluarganya untuk menghadiri resepsi pernikahan di sebuah desa kampung halaman mempelai pria.

“Keluarga dari Polandia ada 26 orang,” kata keluarga Randi, Andi Abdul Karim kepada wartawan, Kamis malam 20 Juli 2023.

Pernikahan keduanya berlangsung di Dusun Laiya, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kamis 20 Juli 2023. Lokasinya sekitar 30 kilometer daru pusat kota Kabupaten Sinjai.

Karim mengungkapkan resepsi pernikahan menerapkan tradisi Bugis. Keluarga Weronika juga tampil mengenakan pakaian adat Bugis.

“Mereka semua juga menggunakan pakaian adat Bugis saat resepsi,” tambahnya.

Karim yang juga Kepala Dusun Laiya ini mengaku tidak mengetahui detail pertemuan keduanya. Namun Randi dan Weronika bertemu di Bali sebagai sesama pemandu wisata.

“Awal pertemuan di Bali, kurang lebih berteman selama 3 tahun. Saat itu Randi sebagai pemandu wisata, dan Weronica juga pemandu wisata untuk turis asal negaranya,” sebutnya seperti dikutip dari detikNews.

Karim menambahkan, Randi bersama keluarganya pun memantapkan diri melamar Weronika ke Polandia. Pihak keluarga Weronika juga tidak membebaninya mahar.

“Awal mula itu om (Randi) datang ke Polandia melamar langsung dengan menggunakan adat Bugis dan menyiapkan mahar dan uang panaik. Ternyata itu di sana tidak ada uang panaik, hanya melamar memakai cincin,” beber Karim.

Menurutnya, Randi dan Weronika akan menghabiskan waktu untuk liburan di Sinjai. Keduanya ingin melakukan perjalanan wisata selepas resepsi pernikahan.

“Rencana mereka hari Sabtu balik ke Makassar, kemudian mau kembali lagi ke untuk rekreasi di Kabupaten Sinjai, sementara mencari tempat yang bagus,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, resepsi pernikahan Randi dan Weronika baru digelar setelah tertunda karena pandemi COVID. Keduanya sudah lebih melangsungkan akad nikah pada 2022 lalu.

“Kalau akad nikah sudah lama mi, waktu COVID di Makassar sekitar tahun 2022,” kata Kepala Desa Tompobulu Asri S, Kamis (20/7).

Asri mengatakan, Randi pemuda asli Asli dan bekerja sebagai pemandu wisata di Bali. Dia mengaku tidak tahu pasti mahar yang disiapkan Randi untuk melamar Weronika.

“Sama-sama pemandu wisata itu Randi dengan istrinya. Mualaf itu istrinya, pas dia mau menikah masuk Islam dulu di Masjid Al Markaz baru menikah,” jelasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.