Terkini.id, Jakarta – Perayaan hari kemerdekaan berlangsung meriah di Istana Negara dengan peserta upacara tampil mengenakan pakaian adat dari Sabang sampai Merauke. Presiden Jokowi pun tampil dengan mengenakan pakaian Adat Dolomani.
Terkait Presiden Jokowi tampil mengenakan pakaian adat, aktivis dan juga pegiat media sosial Nicho Silalahi pun mengkritik penampilan presiden.
Nicho Silalahi mengatakan jika Presiden Jokowi dengan bangga mengenakan pakaian adat namun diam saat tanah adat terus dijarah.
Diamnya Presiden Jokowi saat tanah adat terus dijarah untuk invetasi membuat Nicho Silalahi berpendapat jika pemimpin di negeri ini hanya mementingkan seremonial bukan menyelesaikan substansi masalah.
“Dia dengan bangga mengenakan pakaian adat tapi diam tak bersuara saat tanah adat terus dijarah dalam kedok investasi”, kata Nicho Silalahi, dikutip dari cuitannya, Kamis 18 Agustus 2022.

“Ah sudahlah pemimpin negeriku hebat yang hanya mementingkan seremonial ketimbang menyelesaikan substansi masalah yang terjadi di negeriku”, ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam merayakan kemardekaan yang ke 77 tahun di Istana Negara mengenakan pakaian adat dari Sulawesi Tenggara, pakaian adat Dolomani.
Bukan hanya tahun ini Presiden Jokowi tampil mengenakan pakaian adat, namun tahun-tahun sebelumnua presiden juga mengenakan pakaian adat saat merayakan 17 Agustus.
Saat Presiden Jokowi ditanya mengenai makna dari baju adat yang ia kenakan, dia pun menjawab untuk menanyakan langsung ke Buton.
“Ini baju dari Buton, Sulawesi Tenggara. Ini baju Dolomani dari Buton. Maknanya dicari ke Buton”, kata Presiden Jokowi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ditemukan tanggapan dari pihak terkait mengenai kritikan Nicho Silalahi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
