Terkini.id, Jakarta – Alat Pelindung Diri (APD) menjdi kebutuhan utama dokter dan tenaga medis dalam menangani pasien infeksi virus corona (COVID-19). Penggunaan alat ini juga diatur sesuai standar kesehatan dunia dari WHO.
Pada umumnya, APD hanya digunakan sekali pakai. Alat tersebut digunakan tenaga medis selama delapan jam atau dalam masa jaga pasien corona.
Jika selesai digunakan atau telah dibuka, APD segera dibakar atau dibuang, dan tidak digunakan kembali.
Rumitnya penggunaan APD ini demi menjaga tubuh para petugas medis agar tak rentan tertular virus.
Namun, baru-baru ini beredar sebuah video yang memperlihatkan warga menemukan APD bekas pakai terbuang di pinggir jalan.
Dilihat dari video yang beredar, Rabu, 8 April 2020, tampak APD berwarna putih tersebut lengkap dengan sarung tangan.
Menurut warga yang merekam video itu, APD tersebut dibuang oleh sebuah mobil Ambulans.
“APD lengkap dengan sarung tangan. Yang buang mobil Ambulans. Ambulans UGD dua biji sore, gak tahu dari mana,” ujar pria yang merekam video itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, APD tersebut dibuang di Jalan Moch Khafi 1, Kp. Kandang RW 06, Jagaraksa, Jakarta Selatan.
Adapun kejadian dalam video itu terjadi pada Selasa, 7 April 2020, malam.
Menurut kabar, temuan APD tersebut telah dilaporkan warga ke pihak RW, dan RW setempat meneruskan laporan itu ke pihak Puskesmas dan rumah sakit.
Usai mendapat laporan dari warga, pihak rumah sakit setempat meminta agar APD tersebut segera dibakar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
