Terkini.id, Jakarta – Warganet pengguna akun sosial media Instagram buktikan akun Polri salah buntut tegaskan gas air mata tidak mematikan, Rabu 12 Oktober 2022.
Dalam unggahan akun Instagram Polri ‘divisihumaspolri’ dilihat terkini.id pada Rabu 12 Oktober 2022, menyampaikan gas air mata tidak mematikan buntut tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan lebih dari 100 orang.
“Para Ahli Nyatakan Gas Air Mata Tidak Mematikan,” tulis akun divisihumaspolri sebagai topik dalam unggahannya.
Dalam narasi akun Polri ditekankan tidak ada pendapat para ahli yang mengatakan gas air mata bersifat mematikan.
“Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si, M.M., menuturkan bahwa tidak ada pendapat para ahli yang menyampaikan penggunaan gas air mata bersifat mematikan,” jelasnya.
Polri juga menjelaskan bahkan penggunaan gas air mata dalam tingkat tinggi juga tidak mematikan.
“Saya juga mengutip dari pendapat dari Prof. Made Gelgel, adalah guru besar dari Universitas Udayana, beliau ahli dibidang toksikologi atau racun. Beliau menyebutkan bahwa, termasuk dari Dr. Mas Ayu Elita, bahwa gas air mata atau CS ini dalam skala tinggi pun tidak mematikan,” ujar Kadiv Humas Polri saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/10),” bunyi dalam narasi akun Polri yang dihujat warganet.
Terkait pernyataan Polri dalam unggahannya di akun sosmed Instagram, warganet seraya murka dan menunjukkan kebenaran adanya pendapat soal penggunaan gas air mata berlebihan bisa menimbulkan kematian kepada akun Polri.
Salah satu warganet fahmiwahyudi46 yang menyalin narasi dari media, memperlihatkan adanya pendapat yang menyebut penggunaan gas air mata yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian.
“Di sisi lain, Erlang menjelaskan, bahwa kosentrasi gas air mata yang sangat tinggi bisa langsung menimbulkan kematian karena oksigen yang dihirup jadi berkurang. Hal itu juga disebabkan tingginya zat iritan yang terkandung dalam gas air mata itu,” tulis fahmiwahyudi46 yang mengutip berita kompas.com.
“Nah, yang menyebabkan konsentrasi yang tinggi itu biasanya zat iritan pada ruangan tertutup yang semakin lama semakin tinggi konsentrasinya,” tandasnya,” lanjut narasi fahmiwahyudi46.
“Hal serupa juga disampaikan oleh dokter spesialis paru-paru dari RS Islam Kustanti Surakarta, Prof Reviono. “Kalau jumlahnya banyak bisa (menyebabkan kematian),” uajrnya kepada Kompas.com, Senin (3/10/2022),” tambahnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
