Terkini.id, Jakarta – Warning! Ini imbauan WHO soal varian Omicron kepada lansia. Sejak merebaknya virus corona atau Covid-19 varian baru Omicron, stakeholder atau pemangku kepentingan di seluruh dunia semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk penularan terhadap negara mereka.
Salah satu ‘warning’ alias peringatan itu ditujukan bagi orang-orang dengan lanjut usia (lansia). Pasalnya, para lansia berumur 60 ke atas rentan terkena penyakit atau tertular penyakit. Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organizzation (WHO) menyarankan agar mereka tidak berpergian di tengah merebaknya varian Omicron itu. Apalagi, varian ini diklaim lebih cepat menular ketimbang varian Delta.
Tidak hanya diperuntukkan orang berumur 60 ke atas, saran itu juga bagi wisatawan atau penduduk yang memiliki riwayat penyakit parah. Mereka juga direkomendasikan agar tidak melakukan perjalanan jauh.
“Orang yang tidak sehat, yang belum divaksinasi sepenuhnya, atau yang tidak memiliki bukti negatif dari tes Covid-19 sebelumnya, dan berisiko tinggi terkena penyakit parah hingga meninggal, termasuk orang berusia 60 tahun atau lebih dan mereka yang memiliki penyakit bawaan, disarankan untuk menunda perjalanan jauh atau ke daerah-daerah luar, karena takut terjadinya penularan,” tegas WHO dalam laman resmi mereka, who.int, Jumat 3 Desember 2021.
Peringatan itu muncul lantaran diduga akan banyak kasus varian Omicron di seluruh dunia, serta masih banyaknya penelitian yang belum terjawab.
“Semua wisatawan harus tetap waspada terhadap tanda dan gejala Covid-19, saat melakukan vaksinasi ketika menunggu giliran pastikan mereka mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan,” imbuh WHO.
Seperti diketahui, setelah diberitakan ada varian Omicron beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Kanada menanggapinya dengan membatasi perjalanan dari negara Afrika Selatan dalam beberapa hari. Untuk saat ini, Israel dan Maroko melarang semua orang asing masuk ke dalam negaranya.
Inggris juga telah menambahkan peraturan wisatawan internasional agar melakukan tes PCR Covid-19 negatif sehari setelah kedatangan mereka, dan mengisolasi diri di antara Inggris. Sementara di Amerika, pelancong internasional harus dites Covid-19 dengan hasil tes negatif dalam waktu 72 jam setelah keberangkatan mereka ke Negeri Paman Sam tersebut.
Atas merebknya varian baru dari virus corona itu, maka AS mempersingkat batas waktu menjadi 24 jam setelah keberangkatan.
“Saat kami mempelajari lebih lanjut tentang varian Omicron, batas waktu pengujian tes akan dipersingkat untuk semua pelancong yang melakukan perjalanan dengan pesawat menjadi satu hari sebelum keberangkatan ke Amerika Serikat,” demikian dijelaskan Juru Bicara dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.
Seperti diketahui, varian Omicron pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan. Penelitian terkait varian baru Covid-19 tersebut masih terus berjalan ketika makin banyak negara yang melaporkan temuan kasus penularan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
