Waspada! Pabrik Pengedar Tahu Berformalin di Bogor Berhasil diamankan, BPOM : Ancaman Penjara 5 tahun, denda Rp 10 miliar

Terkini.id, Jakarta – Pengedar tahu mengandung bahan kimia berbahaya formalin berhasil diamankan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM ) di dua lokasi, daerah Parung, Kabupaten Bogor, Jumat 10 Juni 2022.

Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan, operasi ini berawal dari aduan masyarakat yang masuk ke BPOM dan ditindaklanjuti oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM.

Dalam operasi ini, petugas menemukan adanya dua sarana produksi tahu yang mengandung formalin.

Baca Juga: Meski Tidak Lulus Kuliah, Kini Alwiyah Alhasni Sukses Bangun Usaha...

“Dua calon tersangka di sini berinisial S (35) dan di sana berinisial N (48) yang berstatus pemilik berdasarkan izin usahanya.

Sesuai dengan aturan, untuk pabrik kita akan lakukan penghentian kegiatan. Nanti akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Baca Juga: Mie Sedaap Dilarang Masuk Taiwan, Netizen: Nggak Heran Indonesia

Selain sudah mendapatkan barang bukti formalin, produksinya akan kita hentikani,” kata Penny dalam keterangan tertulis, Sabtu 11 Juni 2022.

Adapun total omzet dari dua sarana produksi tahu tersebut mencapai lebih dari Rp 5 miliar per tahun dengan kapasitas produksi lebih dari 2,5 ton.

Tahu hasil produksi dari kedua sarana produksi tersebut diketahui banyak didistribusikan ke pasar-pasar di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bogor.

Baca Juga: Mie Sedaap Dilarang Masuk Taiwan, Netizen: Nggak Heran Indonesia

Ancaman penjara 5 tahun, denda Rp 10 miliar

Lukito bilang, pelanggaran yang dilakukan pelaku akan dipersangkakan terkait pasal memproduksi dan mengedarkan pangan yang mengandung bahan berbahaya, sebagaimana diatur dalam Pasal 136 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Pelaku dapat dijatuhi sanksi pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 10 miliar. BPOM berkomitmen untuk senantiasa mengawal keamanan pangan dan nutrisi untuk meningkatkan kualitas hidup dan melindungi kesehatan masyarakat.

Hal ini diwujudkan salah satunya dengan terus mengedukasi masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi serta melakukan operasi penindakan terhadap penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan, seperti penambahan formalin pada tahu.

“Kami juga kembali mengimbau kepada pelaku usaha agar mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, menerapkan cara produksi yang baik, dan menggunakan bahan yang aman. Tidak hanya mengejar keuntungan semata, namun juga memperhatikan kesehatan masyarakat,” tutupnya. Sumber Kompas.com.

 

Bagikan