Waspada! Satgas Investasi Bantah Klaim VTube Sudah 99 Persen Lolos Izin

Terkini.id, Jakarta – Aplikasi VTube baru-baru ini menyatakan bahwa aplikasi ini sedang melakukan maintenance berupa perbaikan dan pembaruan sistem.

Oleh karenanya, pengguna aplikasi ini belum bisa mengakses situs ini. Hal ini diumumkan melalui akun Instagram aplikasi tersebut yakni @vtube_official2020.

Dengan mengunggah sebuah video, pihak VTube juga menuliskan bahwa aplikasi ini sedang memproses perizinan untuk menjadi legal.

Baca Juga: VTube Dikabarkan Adakan Pengajian untuk Bisa Beroperasi Lagi, Netizen: Tak...

“Aplikasi Vtube Akan Menjalani Maintenance Sistem Mulai Tanggal 17 Februari 2021 Sampai Awal Maret 2021 Dan Exchange Counter Akan Offline Sementara,” tulis pihak V-Tube pada caption video tersebut yang diunggah pada 17 Februari 2021.

“Dengan tujuan untuk menyesuaikan dengan seluruh regulator untuk proses legalitas dan menyambut Vtube 3.0 YANG 100% LEGAL,” sambungnya.

Baca Juga: Susul TikTok Cash, Kini Giliran VTube Diblokir, Kominfo: Masih Bisa...

Dalam video tersebut, pihak VTube juga membagikan informasi berupa saat ini pihak VTube sedang mengurus perizinan agar bisa dilegalisasi.

Selain itu, pihak VTube juga mengklaim bahwa proses perizinan tersebut sudah 99%, sisanya sedang dalam proses perbaikan.

Mendengar hal ini, Ketua Satgas Waspada Investasi ( SWI) Tongam L Tobing mengatakan bahwa sampai sekarang ia dan pihaknya tidak mengetahui sejauh mana proses pengajuan izin yang dilakukan oleh pihak VTube.

Dikutip dari Kompas, Tongam mengatakan bahwa “Kami tidak mengetahui perkembangan perizinan mereka, tapi sampai saat ini VTube masih masuk daftar investasi ilegal,” ujarnya pada Rabu, 24 Februari 2021.

Diketahui pihak VTube mengatakan bahwa telah memiliki surat resmi dari SWI, yang ditandatangani oleh Tongam.

Namun, hal ini dibantah oleh Tongam mengingat dirinya tidak tahu-menahu perihal izin dari VTube.

“Saya juga tidak mengetahui surat apa yang dimaksudkan dalam video tersebut, yang pasti VTube masih masuk daftar investasi ilegal sampai saat ini,” kata Tongam menegaskan.

Adapun beberapa rekomendasi pihak SWI untuk pihak VTube yakni: 

  • Menertibkan komunitas yang saat ini sudah ada
  • Tidak menggunakan mata uang asing
  • Tidak ada sistem member get member atau referral point
  • Poin tidak dibeli dari pengguna lainnya, tapi melalui perusahaan secara langsung
  • Mengurus server di Indonesia

Tongam meminta agar Vtube melaksanakan rekomendasi tersebut.

Sponsored by adnow
Bagikan