Wawancara Khusus Bersama Plt Dirut Bank Sulselbar Irmayanti Sultan

Plt Dirut Bank Sulselbar, Nuryanti Sultan
Plt Dirut Bank Sulselbar, Nuryanti Sultan

Terkini.id, Makassar – Setiap makhluk yang Allah ciptakan di alam semesta ini memiliki kodrat tersendiri. Kodrat yang ada pada diri makhluk menjadi jati dirinya dalam menelusuri jalan kehidupannya. Tidak peduli dia laki-laki-maupun perempuan.

Seiring dengan perkembangan zaman, arus globalisasi dan informasi semakin terbuka semakin terbuka bagi siapa saja tak peduli perempuan. Bahkan kini perempuan sudah banyak yang bekerja dan berkarya. Dominasi kaum laki-lakipun mulai terkikis.

Hal itu karena semakin banyaknya kaum hawa yang mempunyai peranan lebih di berbagai bidang, seperti dunia kerja, politik, pendidikan dan berbagai sektor lainnya.

Perempuan sekarang ini sudah mulai cerdas dan bisa memposisikan dirinya karena perempuan sekarang telah sadar bahwa ini zamannya emansipasi. Banyak kaum hawa yang kini memilih jadi wanita karir dan tidak sedikit yang memadukannya dengan menjadi ibu rumah tangga.

Terlepas dari hal tersebut, banyak sekali wanita yang memutuskan untuk berkarir salah satunya Plt Dirut Bank Sulselbar Irmayanti Sultan. Dalam rangka peringatan Hari Perempuan Sedunia 8 Maret, redaksi terkini.id mencoba melakukan wawancara khusus dengan sosok wanita yang satu ini.

Berikut wawancara terkini.id dengan Irmayanti Sultan:

Bagaimana pandangan Anda tentang perempuan itu sendiri?
Menurut saya, perempuan itu memiliki potensi yang sangat besar untuk memberikan kontribusi di dalam peningkatan taraf hidup masyarakat dan peningkatan perekonomian. Perempuan itu memiliki keunggulan menurut saya sebab perempuan sangat care.

Perempuan saat ini di Indonesia rata-rata sudah sangat cerdas dan memiliki manajemen waktu yang sangat baik. Ini semuanya adalah kekuatan untuk perempuan berkiprah dalam pembangunan.

Seperti apa Anda melihat perempuan yang bekerja di Bank?
Seorang banker atau pegawai bank saat ini perempuan sudah mulai mendominasi, itu artinya peran perempuan mulai muncul. Hal itu membuktikan jika perempuan sekarang ini sudah mulai cerdas dan bisa memposisikan dirinya.

Bukan itu saja, bahkan tidak sedikit yang menjadi pimpinan di perusahaan.

Perempuan juga memiliki hak yang sama dengan laki-laki terutama dalam menduduki kursi kepemimpinan. Perempuan sebagai pencetak generasi muda Indonesia yang berkualitas penting untuk diberikan tempat sebagaimana mestinya.

Menurut saya perempuan juga harus berkarya, jangan pasif, jadi harus tetap mempunyai cita-cita tinggi dan harus diwujudkan. Alhamdulillah saya bisa membuktikannya. Saya bekerja sebagai banker mulai dari nol.

Saya memiliki latar belakang di bidang hukum tetapi saya tidak punya nyali yang terlalu kuat di bidang itu untuk menjadi praktisi hukum.

Dan banker saya menjalaninya semua dengan proses. Tidak langsung menduduki sebagai pimpinan di Bank Sulselbar.

Bagi saya prempuan itu memiliki keunikan tersendiri. Perempuan itu sudah terbiasa menghandle beberapa pekerjaan dalam satu waktu yang sama. Itulah salah satu kelebihan perempuan dibandingkan laki-laki.

Jadi kalau perempuan itu menjadi pemimpin dia biasanya lebih terbuka, lebih sistematis dalam pemimpin karena dia terbiasa bekerja multitasking dalam satu waktu.

Bagaimana tantangannya bekerja sebagai banker?
Tantangan bekerja di perbankan sendiri, kalau menurut saya apalagi di level pimpinan mungkin kurang lebih samalah, tergantung gaya kepemimpinan kita gitu loh.

Bagaimana gaya kepemimpinan Anda di Bank Sulselbar?
Kalau menurut saya gaya kepemimpinan itu yang membedakan antara orang yang satu dengan yang lain bukan masalah gender.

Kalau gaya kepemimpinan kita bisa kita tunjukkan kepada orang-orang yang ada di bawah kita. Perlu saling support, memiliki integritas yang baik agar kita memiliki visi yang sama untuk mengembangkan organisasi atau perusahaan.

Saya mengajak seluruh karyawan untuk melakukan perubahan untuk meningkatkan kapasitas dan semuanya itu kita lakukan dengan ikhlas agar orang respek kepada kita.

Sekarang saya dipercaya untuk menjadi Plt Direktur Utama tentu saya punya peranan yang paling penting adalah mengajak semua orang mengubah mindset kita.

Kita bisa menunjukkan kepada orang-orang yang ada di sekeliling kita, partner kerja kita, karyawan kita bahwa tujuan kita adalah baik dan semuanya semata-mata untuk perusahaan maka orang akan respect dan orang akan mengikuti apa yang kita lakukan bersama.

Seperti apa Anda menyikapi masih adanya diskriminasi?
Kalau saya begini, kita tidak bisa membuat orang lain seperti yang kita mau. Jangan menunggu orang lain memberikan kemudahan kepada kita tapi kita yang harus menjemputnya.

Kita tidak gampang putus asa maka semua akan diberikan kemudahan gitu.
Jadi intinya jangan menyalahkan keadaan tapi lakukanlah yang terbaik yang kamu bisa gitu dan akhirnya lingkungan akan menerima kamu.

Ada banyak ruang yang diberikan oleh kaum perempuan, saatnya kita sebagai perempuan untuk mengisinya.

Bagaimana pesan Anda ke perempuan-perempuan yang di Banker?
Kalau menurut saya perempuan perempuan di perbankan teruslah belajar, teruslah menambah wawasan harus mengikuti setiap dinamika-dinamika di dalam perusahaan.

Perbankan itu adalah industri yang sangat kompleks maka wawasan yang sangat luas itu diperlukan. Kita bekerja di perbankan maka kita harus mengetahui strategic management bukan cuman satu bidang yang kita tahu tapi kita harus mengerti strategic managementnya seperti apa.

Paling pertama yang saya bilang perempuan itu memiliki keunikan. Perempuan tinggal menambah wawasan dan terus-terus belajar. Jangan takut gagal karena kita akan belajar dari kegagalan itu.

Anda sebagai seorang pimpinan di Bank Sulselbar, lalu bagaimana memposisikan diri sebagai ibu, istri dan pimpinan?
Tadi saya sudah bilang kalau perempuan itu multitasking. Perempuan itu sudah terbiasa dengan berpikir sambil bekerja. Misalnya saya di kantor, saya juga memikirkan anak saya lagi ngapain, ujiannya bagaimana dan apa kebutuhannya.

Saya juga menggunakan hari libur seoptimal mungkin. Jadi saya minta maaf, karena hari libur itu untuk keluarga tetapi karena kita ada di posisi begini kadang-kadang kita tidak bisa menolak untuk harus bekerja di hari weekend .

Tapi kalau itu ada waktu bersama keluarga di luar pekerjaan kita harus fokus di keluarga.

Siapa sosok perempuan yang Anda kagumi?
Yang utama pastinya adalah ibu saya. Saya juga mengagumi semua perempuan-perempuan karena mereka itu mempunyai kekuatan yang luar biasa.

Mereka itu bisa tahan terhadap tekanan apapun, baik tekanan di keluarga dan mereka biasanya bisa melewatinya dengan baik, bisa menghasilkan keturunan.

Saya juga mengagumi perempuan pekerja antara lain Sri Mulyani. Alasannya saya melihat dia adalah orang yang sangat membaktikan dirinya untuk Indonesia, jadi orang yang bekerja dan ingin memberikan manfaat sebanyak-banyaknya dalam pekerjaannya.

Saya mengagumi orang-orang seperti itu karena saya juga berharap bisa memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada masyarakat.

Aktifitas Plt Dirut Bank Sulselbar di hari Minggu

Jadi jadikanlah setiap jabatan itu adalah mudah-mudahan menjadi jalan kita ke pintu surga.

Apa pesan Anda untuk perempuan?
Saya berpesan agar perempuan itu tidak perlu menjadi seorang yang hebat. Kesuksesan itu kita tidak ukur dari jabatan dari harta dan lain-lain tapi bagi saya kesuksesan itu pada saat hidup bermanfaat buat orang lain.

Kalau kita jadi ibu rumah tangga kita betul-betul kehadiran kita sebagai ibu memberikan manfaat kepada anak-anak, kita membimbing anak-anak, menjadi orang-orang yang takut kepada Allah menjadi orang-orang yang bermanfaat di masa depan, di lingkungan, menolong siapapun yang bisa kita tolong itu adalah orang-orang yang sukses menurut saya.

Komentar

Rekomendasi

Hari Perempuan Sedunia, Bupati IDP: Momentum Strategis Menyuarakan Kesetaraan

Ini Makna Hari Perempuan Menurut Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid

Wawancara Khusus dengan Ibu Indira Jusuf Ismail di Hari Perempuan Sedunia

Telat Sarjana dan IPK Pas-pasan, Pria Asal Indonesia Ini Sukses Jadi Ilmuwan Kelas Dunia

Menginspirasi, Polisi Ini Jadi Guru Ngaji dan Bahasa Arab

Sosok Dadang Suhendi, Mantan Kakanwil ATR/BPN Sulsel di Mata Bawahannya

Dulu Urus Ban Mobil, Kini Sukses Jadi Desainer AksesorisĀ Kelas Dunia

Meski Punya Bisnis yang Sama, Karaeng Hilda: Sukses Bersama Lebih Indah

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar