Yahya Waloni Ditangkap, Netizen Pecinta Anjing Ungkap Rasa Syukur

Terkini.id, Jakarta – Sejumlah warganet di media sosial menyampaikan rasa syukurnya atas kabar pendakwah kontroversial Yahya Waloni yang ditangkap.

Seperti diketahui, beebrapa waktu lalu Tim Bareskrim Polri disebutkan telah menangkap Yahya Waloni di kawasan Cibubur.

Netizen menyampaikan rasa syukurnya karena selama ini ceramah Yahya Waloni yang melecehkan agama lain, dianggap meresahkan.

Baca Juga: Yahya Waloni Masuk RS Usai Ditangkap, Ferdinand: Tak Kuat Mental

Nah, rupanya bukan cuma itu alasan warganet bersyukur Yahya Waloni ditangkap. Netizen juga menyampaikan rasa syukurnya atas penangkapan Yahya Waloni, karena pendakwah tersebut mengaku pernah sengaja menabrak anjing.

“SAYA BERSYUKUR YAHYA WALONI DITANGKAP PIHAK KEPOLISIAN BUKAN KARENA PERKARA YG MENJERATNYA SAAT INI | tapi karena :
.
Yahya Waloni sangat membenci Anjing,” tulis akun Anakkolong sambil memosting foto anjing.

Baca Juga: Pernah Diajak Berkelahi Sampai Mati, Begini Tanggapan Ngabalin saat Yahya...

“Karma dari anjing yang pernah di tabrak ya om,” balas akuna bankben.

Seperti diketahui, pada Kamis 28 Agustus 2021, Yahya Waloni ditangkap oleh Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai detail penangkapan ini.

“Benar,” kata Dirsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri saat dimintai konfirmasi soal penangkapan Yahya Waloni.

Baca Juga: Pernah Diajak Berkelahi Sampai Mati, Begini Tanggapan Ngabalin saat Yahya...

Yahya Waloni sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme soal dugaan penistaan agama terhadap Injil.

Yahya Waloni dinilai menista agama dalam ceramah yang menyebut Bible itu palsu.

Pelaporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM. Yahya Waloni dilaporkan dengan dugaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA) pada Selasa 27 April 2021.

Dalam kasus ini, Yahya dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu. Dalam video ceramah itu, Yahya Waloni menyampaikan bahwa Bible tak hanya fiktif, tapi juga palsu.

Di dalam LP tersebut, mereka disangkakan dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 A juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Pasal 156a KUHP.

Bagikan