Pernah Diajak Berkelahi Sampai Mati, Begini Tanggapan Ngabalin saat Yahya Waloni Ditangkap

Terkini.id, Jakarta – Pendakwah, Yahya Waloni pernah mengajak Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin untuk berkelahi sampai mati.

Lantas, bagaimana tanggapan Ngabalin saat Yahya Waloni kini ditangkap atas kasus dugaan penistaan agama?

Melalui akun Twitter-nya, Ngabalin menyampaikan pesan kepada Yahya Waloni sekaligus juga berterima kasih kepada Polri.

Baca Juga: Ngabalin Ingatkan Kadrun Belajar Jadi Manusia sebelum Belajar Agama, Ali...

“Yahya apa kabar ngana dinda? Belajar yang banyak kalau masih mau berdakwah. Salam pe Nur Sugi, bilang dari Bang Ali,” katanya melalui akun AliNgabalinNew pada Jumat, 27 Agustus 2021.

“Bareskrim tks telah melaksanakan amanah UU. Negeri kita harus bersih dari pengaruh fundamrntalis dan radikalisme kampungan,” tambahnya.

Baca Juga: Ngabalin: Hei, Kadrun! Belajarlah Menjadi Manusia Sebelum Belajar Agama

Diberitakan Terkini.id sebelumnya, Ngabalin pernah menjawab tantangan Yahya Waloni yang beberapa bulan lalu mengajaknya untuk berkelahi sampai mati.

Saat itu, Ngabalin mengatakan bahwa sudah saatnya Yahya Waloni dipenjara atas ujaran-ujarannya.

“Si Yahya Waloni sudah saatnya harus dikandangin. Insya Allah tunggu dan soal waktu saja,” tulisnya melalui akun Twitter  pada Jumat, 19 Februari 2021.

Baca Juga: Ngabalin: Hei, Kadrun! Belajarlah Menjadi Manusia Sebelum Belajar Agama

Bersama pernyataannya, Ngabalin melampirkan berita yang membahas tantangan Yahya Waloni untuk bertemu dan berkelahi dengan Ngabalin.

“Sudahlah Kibulin, kalau kau tidak senang dengan Yahya Waloni, tinggal tentukan di mana kita ketemu, kita baku pukul sampai mati. Artinya berkelahi secara fisik. Kita fight,” kata Yahya Waloni, dikutip dari artikel suara.com yang diterbitkan pada Sabtu, 27 November 2020.

Adapun kekesalan Yahya itu disebabkan oleh pernyataan Ngabalin soal ditangkapnya Sugi Nur Raharja atau Gus Nur.

“Begitu Gus Nur ditangkap, si Munafik ngomong. Namanya, mubaliq terkenal di Indonesia, mubaliq terbesar, Kibulin,” kata Yahya.

Sebelum pernyataan Yahya itu, Ngabalin memang sempat mengomentari soal penangkapan Gus Nur atas laporan penghinaan kepada Nahdatul Ulama (NU).

“Sugi selamat datang di Hotel Prodeo. Mulutmu adalah harimau kau, tahukah kau wahai Sugi, semua orang memberi apresiasi pada Bareskrim Polri kita,” kata Ngabalin di akun Instagram resminya pada Selasa, 27 Oktober 2020.

Dalam pernyataannya, Ngabalin juga menyebut nama Yahya Waloni dan Refli Harun.

“Kami juga mendoakan agar sahabatmu Waloni dan Refli bisa nyusul kau. Biar kalian tahu inilah demokrasi, Pancasila asas negeri ini,” kata Ngabalin.

Bagikan