Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini, Eko Kuntadhi meluapkan kekesalannya terhadap pendakwah Yahya Waloni.
Adapun hal tersebut lantaran isi ceramah Yahya yang mengklaim bahwa semua firman Tuhan umat Kristen itu palsu, bahkan menentang orang-orang untuk melaporkannya.
“Di Kristen,omong kosong hari Minggu pagi firman Tuhan. Firman Tuhan apa, saya yang bikin kok. Palsu semua. Omong kosong, gak ada yang betul. Palsu semua,” ujar Yahya dalam sebuah tayangan video di kanal YouTube Termometer Islam, dikutip terkini.id pada Sabtu, 3 April 2021.
“Lapor saja, coba orang Kristen lapor. Gak berani lapor,” tantangnya.
Tentu saja hal tersebut mendapat beragam opini publik yang menilai bahwasanya isi ceramah Yahya Waloni sangat meresahkan.
Sebagai informasi, Yahya memang kerap menyampaikan ceramah-ceramah yang bisa dibilang negatif dan dapat memecah belah persatuan bangsa.
Oleh karena itu, Eko Kuntadhi pun merasa khawatir bagaimana jikalau ada orang yang terhasut atau termotivasi seusai mendengar ceramah Yahya Waloni untuk kembali melakukan pemboman.
Kalaupun itu sampai terjadi (yang semoga saja tidak), maka Eko secara terang-terangan menuding alasannya pasti karena dai-dai asal jeplak seperti sang mualaf Yahya tersebut yang masih dibiarkan terus berkeliaran.
“Kalau besok ada orang yang kembali meledakkan Gereja, ya karena dai-dai asal jeplak begini dibiarkan terus berkeliaran,” tulis Eko Kuntadhi pada Sabtu siang ini, 3 April 2021, dikutip terkini.id via Twitter.
Ia lantas menyinggung soal Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar tak usah sok-sokan mengutuk teroris kalau masih membiarkan penceramah meresahkan seperti Yahya Waloni “wara-wiri” alias tak segera melakukan sertifikasi.
“Jika MUI gak bisa melakukan sertifikasi penceramah, gak usah juga mengutuk-ngutuk teroris. Wong, mereka membiarkan ujung masalahnya,” pungkas Eko.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
