Terkini.id, Jakarta – Pendakwah Yahya Waloni belakangan ini viral sebab isi ceramahnya yang mengatakan bahwa ia sengaja menabrak anjing hingga pincang.
Dalam ceramahnya yang lain, Yahya Waloni juga menyebut bahwa Presiden Jokowi tidak pernah mengucapkan belasungkawa kepada umat islam yang meninggal.
“Satu kelebihan presiden kita Joko Widodo ini, satu. Setiap kali ada korban yang mati dari umat islam, kelebihannya beliau nggak pernah ucapkan belasungkawa. Itu,” ucapnya pada sebuah video ceramah yang ditayangkan pada 9 oktober 2019 melalui kanal youtube An-Najah TV.
Pernyataan Yahya Waloni tersebut lalu disambut dengan gelak tawa dari hadirin ceramah.
Yahya Waloni menyebut bahwa hal tersebut tidak diangkat oleh media, namun ia selalu mengingat.
- Daftar Manifes Penumpang KM Nurul Salsa Beredar, Basarnas Lakukan Pencocokan Data
- Basarnas Makassar Terus Cari 24 Korban KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Perairan Selayar
- PNM Mekaar Ubah Hidup Ainun, Kini Jadi Inspirasi Perempuan di Bulukumba
- DPP GAPPEMBAR Soroti Kepastian Revisi Perbup Terkait Program Beasiswa dari Pemerintah Barru
- IKATEK Unhas dan Fakultas Teknik Sambut Dies Natalis ke-66 dengan Semangat Kolaborasi
“Dilupakan oleh media tapi Yahya Waloni tak lupa. Saya tak pernah lupa,” tandasnya lagi.
Yahya Waloni lalu membandingkan sikap Jokowi tersebut dengan sikapnya saat menghadapi masalah lain seperti Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal.
“Tapi kalau jembatan di Taiwan putus dan ada TKI yang meninggal, mati. Wah.. muncul manteri luar negeri, Retno,” ujarnya.
Yahya Waloni lalu menyebut bahwa di dalam pemerintahan Jokowi, terlihat mana yang muslim dan mana yang munafik.
“Ini bagus juga di rezim Jokowi ini kan muncul mana yang emas dan mana yang imitasi, mana yang muslim dan mana yang munafik,” tambahnya lagi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
