Terkini.id, Jakarta – Seorang politisi partai Demokrat Yan Harahap menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi adalah rezim bermental pemboros.
Hal itu dikatakan oleh Yan Harahap dalam akun Twitternya pada Rabu, 4 Agustus 2021, sembari menanggapi pemberitaan terkait cat ulang pesawat kepresidenan.
Dalam berita yang bertajuk ‘Istana Jawab Anggapan Foya-Foya Cat Ulang Pesawat Kepresidenan’ yang diberitakan oleh detikcom tersebut, Heru Budi selaku Kepala Sekretariat Presiden mengatakan bahwa pengecatan ulang pesawat telah direncanakan sejak tahun 2019.
“Dapat dijelaskan bahwa pengecatan pesawat ini telah direncanakan sejak tahun 2019, serta diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara,” ucap Heru dikutip terkini.id dari detikcom.
Ia juga menjelaskan bahwa alokasi perawatan pesawat presiden sudah dialokasikan dalam APBN.
- Apresiasi Polri Membongkar Kasus Tewasnya Brigadir J, Yan Harahap: Semoga Teka Teki Segera Terpecahkan
- Hasto Sindir Anies Soal Undang Tukang Bakso, Yan Harahap: Tukang Bakso yang Diundang, Kok Dia yang 'Mengcret'
- Sindir Giring Ingin Jadi Gubernur DKI, Yan Harahap: Bagus Juga Sadar Diri
- Heran Jokowi Tunjuk Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng, Yan Harahap: Kabinet Krisis SDM
- Soal Penyetopan Perdagangan Anjing, Yan Harahap Sindir Gibran: Kasihan Rakyat Solo, Mereka Harus Mikirkan Solusi Sendiri!
Adapun untuk refocusing pendanaan Covid, Heru menjelaskan bahwa hal tersebut juga sudah diatur dalam APBN 2020 dan APBN 2021.
“Perlu kami jelaskan bahwa alokasi untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN,” ungkapnya.
“Selain itu, sebagai upaya untuk pendanaan penanganan COVID, Kementerian Sekretariat Negara juga telah melalukan refocusing anggaran pada APBN 2020 dan APBN 2021, sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Menteri Keuangan,” imbuhnya.
Melihat hal tersebut Yan Harahap lantas menyebut bahwa pemerintahan jokowi memang rezim yang bermental pemboros.
“Pemborosan. Rezim ini benar2 ‘bermental pemboros’. Kalau alasannya hanya karena sudah direncanakan dari 2019, kan bisa ditunda dulu, sampai kondisi bangsa yang lagi ‘krisis’, membaik,” tulis Yan Harahap dalam akunnya.
Ia pun mengatakan bahwa pemerintah saat ini tidak punya sense of crisis dalam menangani pandemi.
“Gak punya sense of crisis. Rakyat lebih membutuhkan,” tulisnya kembali.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
