Terkini.id, Makassar – Yayasan Hadji Kalla siap untuk memulai pembinaan di 11 desa binaan melalui Program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) 2022 yang berada di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.
Kesebelas desa tersebut termasuk ke dalam kategori desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) di bawah rata-rata angka standarisasi nasional untuk desa kategori sangat tertinggal.
Adapun 11 desa yang dimaksud ialah (Kab. Bone: Desa Mattirowalie, Desa Baringeng, Desa Tompobulu, dan Desa Poleonro), (Kab. Soppeng: Desa Sering), (Kab. Wajo: Desa Tajo), (Kab. Polman: Desa Sattoko, Desa Kurrak), (Kab. Konawe: Desa Kasumewuho), (Kab. Parigi Mutong: Desa Tanampedagi), (Kab. Kolaka Timur: Desa Adadadio).
Setiap desa yang dipilih mempunyai komoditi unggulan yang bisa dikembangkan. Hal tersebut juga akan menjadi fokus program di tahun ini dengan tujuan akhir agar desa bisa menghasilkan produk olahan dari komoditi unggulan tersebut secara mandiri.
“Apa yang dilakukan Yayasan Hadji Kalla melalui program DBS ini bisa menjadi alternatif solusi pembangunan desa yang digalakkan pemerintah yang juga tentu bisa membantu pemerintah dalam langkah pembangunan desa,” ungkap Heryanto, Officer Bidang Ekonomi Sosial Yayasan Hadji Kalla.
- Satu Visi Misi, Kolaborasi Perdana Yayasan Hadji Kalla dan Avamora untuk Pengembangan SDM Muda
- Yayasan Hadji Kalla Turut Dukung Ekspedisi Pelayaran Akademis 3 Korpala Unhas hingga Etape Akhir di Thailand
- Yayasan Hadji Kalla Beri Bantuan Sound System Untuk Masjid Kubah 99 Asmaul Husna, Penyerahan Dihadiri JK
- Yayasan Hadji Kalla Raih Penghargaan Brand Terpopuler Kategori Lembaga Filantropi di Tahun 2024
- Yayasan Hadji Kalla Bentuk Kelompok Jantung Sehat di 14 Desa-Kelurahan di Bontonompo Gowa
Adapun program kerja yang akan dijalankan oleh Yayasan Hadji Kalla di tahun ini akan dibuat berbagai pelatihan untuk pengolahan komoditi lokal, kerajinan hingga pelatihan mitigasi bencana untuk warga desa. Targetnya adalah untuk meningkatkan nilai IDM desa agar bisa lebih baik dan mendapat peningkatan. Para fasilitator akan menjalankan berbagai strategi capaian target kinerja melalui IDM, penggunaan dana desa, strategi perencanaan, pendampingan dan pembangunan desa melalui IDM serta strategi komunikasi dengan pemerintah desa dalam memaksimalkan program kerja.
Desa yang mendapat pendampingan akan ada dua orang pendamping atau fasilitator dari Yayasan Hadji Kalla yang telah berpengalaman dan sukses melakukan pembinaan di desa-desa sebelumnya. Fasilitator desa tersebut siap untuk bersinergi dan melaksanakan tugas pembinaan dan pendampingan masyarakat desa dengan sistem rotasi.
“Kami berharap bahwa dengan dimulainya program kerja di tahun 2022 ini, bisa semakin membantu desa-desa yang berkategori sangat tertinggal untuk terus belajar dan berkembang baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya hingga nilai-nilai keagamaan,” ungkap Akhsan, salah seorang tenaga field facilitator desa Yayasan Hadji Kalla.
Dari kesebelas desa yang ada, semuanya termasuk desa baru. Untuk diketahui, tahun ini Yayasan Hadji Kalla melakukan inovasi dengan merekrut fasilitator lokal atau orang yang berasal dari wilayah provinsi di mana desa binaan berada, yakni dari Sulteng dan Sultra. Hal tersebut tentunya untuk mengoptimalkan program kerja yang akan dijalankan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
