Terkini.id – Ribuan prajurit Secapa TNI sukses sembuh dari virus covid-19. Seperti diketahui, para prajurit TNI tersebut sebelumnya terjangkit saat mengikuti pendidikan di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat, Bandung, Jawa Barat.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan, sejak kemarin semua prajurit TNI yang terserang wabah virus itu sudah sembuh.
“Alhamdulillah, perhari ini Secapa sudah nol kasus,” kata Jenderal Andika Perkasa dikutip dari vivanews, di Mabes AD, Jakarta Pusat.
Sementara itu menurut Jenderal Andika, dari kasus serangan virus corona ke Secapa, Tim Dokter Kesehatan TNI AD, Satgas penanganan COVID-19 Jawa Barat, Badan Intelijen Negara (BIN), serta tim riset dari Universitas Airlangga yang telah berhasil melakukan pemantauan dan penelitian, termasuk pengobatan medis kepada seluruh siswa dan pelatih Secapa AD yang terpapar COVID-19.
“Jadi dari total 1.308 pasien positif COVID-19 di Secapa AD, pada hari ini tidak ada lagi yang positif. Semuanya Alhamdulillah sudah sembuh,” terang Jenderal Andika.
- Siapkan Tenaga Kerja Unggul, Bupati Jeneponto Buka Pelatihan Vokasi, Tekankan Kualitas SDM Kunci Kesejahteraan
- Gakkum Kehutanan Ungkap Aksi Perambahan Hutan Lindung di Luwu Timur, Dua Orang Diamankan
- Di Sungai Mataparallu, Jejak Kokoh Perjuangan TNI Membangun Jembatan Penghubung Desa Samataring dan Lurah Tolo Timur
- Laptop AI Makin Ringkas, Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition Siap Dukung Kreativitas
- Rapat Paripurna DPRD Sulsel, PPP Pertanyakan Hilangnya Potensi Pendapatan Rp1 Triliun
TNI-AD Bersama Universitas Airlangga, Polri dan BIN Temukan Obat Covid-19
Andika Perkasa juga menuturkan, obat Covid-19 yang sebelumnya sukses ditemukan Universitas Airlangga, TNI AD, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri tinggal menunggu izin edar.
“Obat ini tinggal menunggu izin edar dari BPOM,” kata Andika yang sekaligus merupakan Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Mabes AD, Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2020, seperti dilansir dari Antara.
Tim gabungan tersebut baru saja menyelesaikan uji klinis tahap ketiga obat untuk pasien Covid-19 yang dirawat tanpa ventilator di rumah sakit.
Obat tersebut merupakan kombinasi tiga jenis obat. Rinciannya, Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline, serta Hydrochloroquine dan Azithromyci.
Selanjutnya, Andika pun akan bertemu dengan kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam rangka mempercepat izin edar untuk obat tersebut.
Lebih lanjut, menurut Andika, proses produksi massal obat tersebut sudah tidak memiliki kendala.
“Makanya kami sudah langsung akan berbicara rencana produksi. Siapa membuat apa, yang akan membeli bahan baku bagaimana, kemudian anggaran dari pemerintahnya seperti apa,” ujarnya.
Nantinya, obat ini diperkirakan akan disubsidi pemerintah sehingga tidak dijual bebas.
Sementara itu, Rektor Unair Mohammad Nasih mengklaim obat tersebut menjadi obat Covid-19 pertama di dunia.
“Karena ini akan menjadi obat baru maka diharapkan ini akan menjadi obat COVID-19 pertama di dunia,” ucap Nasih.
Menurutnya, tiga jenis obat yang dikombinasikan untuk menjadi obat baru ini biasanya diberikan secara terpisah kepada pasien.
Namun, Unair mengkombinasikan ketiga jenis obat tersebut. Ia pun mengklaim obat baru itu memiliki efektivitas hingga lebih dari 90 persen.
“Setelah kami kombinasikan daya penyembuhannya meningkat dengan sangat tajam dan baik. Untuk kombinasi tertentu itu sampai 98 persen efektivitasnya,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
