Terkini.id, Jakarta – Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara, berhasil menciduk tersangka pelaku penusukan pada anggota TNI Angkatan Darat, di dermaga Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.
“B adalah penjaga kapal di dermaga, di daerah Muara Baru. Ditangkap pas lagi bekerja, memang dia bekerjanya di dermaga Muara Baru,” kata Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Wibowo, saat ditemui wartawan di Jakarta Utara, Rabu, 19 Januari 2022.
Wibowo juga memaparkan bahwa pelaku yang berhasil ditangkapnya itu, merupakan pentolan atau pelaku utama dari 8 anggota geng, yang terlibat dalam pengeroyokan anggota TNI Angkatan Darat.
Kejadian tersebut terjadi di kawasan Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu, 16 Januari 2022 dini hari.
“Setelah kejadian, B memang sempat melarikan diri. Namun demikian, Rabu dini hari, kita amankan di daerah Muara Baru, di dermaga pelabuhan,” kata Wibowo yang dikutip dari Solopos.com pada Rabu, 19 Januari 2022.
- Kasus Pengeroyokan di SMAN 11 Makassar, Ternyata Sudah Jadi Tradisi
- Kisruh Sengketa Tambang di Malili, Anggota IPW Dipukul Oknum Karyawan PT CLM Zainal Abidinsyah Siregar
- Solidaritas Pewarta Desak Polres Jeneponto Tuntaskan Kasus Dugaan Pengeroyokan Oknum Wartawan
- Polres Jeneponto Amankan 5 Terduga Pelaku Penganiayaan dan Pengrusakan Mobil di Nasara
- Salah Satu Pelaku Pengeroyokan Ade Armando Minta Maaf, Ade: Saya Percaya Kamu Anak Baik
Ia juga mengatakan bahwa pihak kepolisian, telah berhasil menangkap 7 dari 8 anggota geng, yang terlibat dalam pengeroyokan anggota TNI AD hingga meninggal dunia.
Menurut hasil pemeriksaan, dari tujuh orang yang di tangkap polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka, sedangkan yang tiga masih berstatus sebagai saksi.
“Para pelaku yakni B, pelaku utama yang menusuk korban hingga meninggal dunia, kemudian ada R yang sudah kita amankan terlebih dahulu sebagai pelaku yang membantu memegang korban, ada AS maupun A yang berperan membonceng para pelaku B dan R,” kata Wibowo.
Hingga kini, masih ada satu orang anggota geng yang menjadi buronan. Pelaku berinisial J ini diduga melarikan diri setelah kejadian pengeroyokan tersebut.
Karena pengeroyokan ini, menewaskan satu anggota TNI AD dan 2 orang warga sipil luka-luka.
“Tinggal satu orang lagi dengan inisial J yang belum kita amankan dan memang yang bersangkutan juga (terlibat) di tempat kejadian perkara,” kata Wibowo.
Kejadian itu terjadi karena adanya kesalahpahaman, antara anggota TNI AD dengan sekelompok geng tersebut.
Kelompok itu mengira bahwa anggota TNI AD ini adalah orang yang mereka cari, namun nyatanya mereka salah sasaran.
“Kemudian malam itu terjadi salah sasaran ya sebenarnya,” ucap Wibowo.
Barang bukti yang masih dalam pencarian hingga kini adalah senjata tajam, yang digunakan pelaku untuk menusuk korban.
“Barang bukti sekarang masih dalam pencarian. Karena setelah melakukan penganiayaan informasi pelaku membuang barang buktinya dan masih kita cari di lapangan,” terang Wibowo.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
