Terkini.id, Papua – Dua orang tenaga medis Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Intan Jaya, Papua, dikabarkan menjadi korban penyerangan kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Distrik Wandai, Jumat 22 Mei 2020.
Berdasarkan keterangan dari Kapolres Intan Jaya Yuli Karre Pongbala, pihaknya sedang mengirim anggota ke lokasi untuk memastikan informasi tersebut.
“Kami belum pastikan itu, karena kita belum melihat langsung,” kata dia saat dihubungi.
Namun, dari informasi yang diterima kepolisian, kedua korban diserang saat mengantar obat-obatan terakit Covid-19.
Lalu, korban juga diketahui mengantongi surat tugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-10 dan Surat Perintah dari Kepala Dinas Kesehatan Intan Jaya.
- Di Business Forum IGS 2026, Wali Kota Makassar Akan Tawarkan Peluang Investasi Strategis
- Bedah Buku Ajoeba Wartabone Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Tokoh Bangsa dari Indonesia Timur
- Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
- Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
“Rencananya Sabtu 23 Mei 2020 kami akan ke TKP untuk mengevakuasi korban,” ujar dia, dilansir dari Antara.
Informasi dihimpun, korban tewas diketahui bernama Eunico Somou, dan korban lainnya adalah Almalek Bagau.
“Saat ini kami dapat informasi satu orang sudah meninggal. Kemudian yang satu korban lagi masih di Pastoran dan kondisinya kritis,” katanya, saat dihubungi, Jumat 22 Mei 2020 malam.
Yuli menjelaskan, informasi awal adanya penyerangan terhadap kedua korban diperoleh dari Pastoral Distrik Wandai.
Kemudian, untuk mencapai ke lokasi penembakan yang berada di Kabupaten Intan Jaya, membutuhkan waktu sekitar lima jam.
Menurut Yuli, lokasi penembakan berada di kabupaten yang terletak di wilayah adat Meepago dan berada di kawasan Pengunungan Cartenz.
Satu-satunya akses yang bisa ditempuh ke lokasi tersebut hanya melalui transportasi udara dari Nabire atau Mimika.
Sementara itu, Bandar Udara Sugapa hanya bisa didarati pesawat perintis. Pendaratan pun hanya bisa dilakukan dari pagi hingga siang hari.
Lalu, jarak dari Distrik Sugapa menuju Distrik Wandai membutuhkan waktu tempuh sekitar tiga jam melalui jalur darat menggunakan kendaraan roda dua.
Kondisi jalan menuju distrik yang belum beraspal tak bisa dilewati mobil, kecuali truk dan motor.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
