Terkini, Makassar — Sebanyak 30 sekolah di Kota Makassar masuk dalam daftar program revitalisasi pemerintah pusat pada 2026. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 79 sekolah yang diusulkan Pemerintah Kota Makassar untuk mendapatkan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
Capaian itu terungkap saat Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mendampingi Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Moch. Salim Somad, dalam peletakan batu pertama revitalisasi SD Muhammadiyah Mimbar Baru di Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Makassar, Rabu (8/7/2026).
Turut hadir Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kurniati.
Kegiatan tersebut menandai dimulainya pembangunan revitalisasi sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, mengatakan pemerintah pusat saat ini memprioritaskan revitalisasi sekolah dengan kondisi rusak berat.
- Asmo Sulsel dan Astra Daihatsu Makassar Bersinergi Perkuat Budaya Keselamatan Berkendara
- Siap-Siap! Puncak Kemarau 2026 Berlangsung Juli-September, Ini Imbauan BMKG
- Pemkab Gowa dan Wahdah Islamiyah Perkuat Kolaborasi melalui Muktamar V
- Di Hadapan 218 Wisudawan STAI Al-Gazali, Bupati Andi Utta Tekankan Kreativitas dan Inovasi
- Munafri Instruksikan Nobar Piala Dunia 2026 di 15 Kecamatan, Libatkan UMKM dan PKL
“Revitalisasi sekolah ini merupakan program prioritas Bapak Presiden untuk perbaikan gedung sekolah. Sekolah-sekolah dengan kategori rusak berat menjadi prioritas utama yang kami perbaiki,” ujar Salim.
Menurutnya, Kemendikdasmen saat ini menjalankan dua program besar di sektor pendidikan, yakni revitalisasi sarana dan prasarana serta digitalisasi pembelajaran.
Kedua program tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
“Kita berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan tidak ada lagi sekolah yang membahayakan keselamatan siswa,” tuturnya.
“Momentum ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk mempercepat perbaikan sekolah, khususnya sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat,” lanjut Salim.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
