5 Kecelakaan Pesawat Paling Mengerikan, Nomor 4 Karena Kurang Menguasai Bahasa, Kok Bisa?

5 Kecelakaan Pesawat Paling Mengerikan, Nomor 4 Karena Kurang Menguasai Bahasa, Kok Bisa?

R
Alhini Zahratana
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Perjalanan udara menjadi salah satu trasnportasi yang banyak diminati sebab selain cepat, pesawat juga dirasa aman karena menggunakan teknologi mutakhir tetapi tak dapat dipungkiri pada kenyataannya hal tersebut tidak seratus persen aman. Terdapat sejumlah kecelakaan udara yang melibatkan penerbangan komersial, terhitung sejak kelahiran perjalanan udara digunakan.

Kecelakaan-kecelakaan tersebut sekaligus mengantarkan pada perkembangan dan standarisasi baru dalam keselamatan dan teknologi penerbangan, menjadikannya sebagai moda perjalanan teraman saat ini.

Berdasarkan himpunan dari sejumlah laman, Tim Terkini.id telah merangkumnya. Berikut 5 kecelakaan pesawat dalam penerbangan dunia yang disebabkan oleh kegagalan mekanis, kesalahan manusia, atau kondisi iklim.

1. Japan Airlines Flight 123 (1985)

Kecelakaan Japan Airlines Flight 123 ditetapkan sebagai kecelakaan udara terburuk dengan penumpang sebanyak 524 orang.

Saat itu, pesawat mengalami dekompresi eksplosif yang mengakibatkan hilangnya kemudi dan sistem hidrolik. Kendati demikian, para kru berhasil menjaga pesawat udara bertahan selama setengah jam meski akhirnya jatuh ke atas bukit dan menewaskan 520 penumpang dan 4 orang lainnya selamat.

Baca Juga

2. Bencana bandar udara Tenerife (1977)

Bencana ini diawali dari ledakan di bandara Gran Carania, Spanyol. Hal ini mengakibatkan sejumlah penerbangan dialihkan ke Bandara Tenerife, termasuk penerbangan KLM 4150 dan penerbangan Pan Am yang naas pada 1736.

Indikator lain penyebab kecelakaan tersebut terjadi ialah kabut tebal, tidak adanya radar darat, dan miskomunikasi sehingga menjadikan kedua pesawat Boeing 747 bertabrakan satu sama lain.

Terdapat 61 penumpang yang selamat dari 583 jumlah seluruh penumpang penerbangan Pan Am ini.

3. Charkhi Dadri Mid-Air Collision (1996)

Charkhi Dadri adalah sebuah desa kecil di sebelah barat New Delhi yang menjadi tempat kejadian tabrakan udara antara Saudi Arabian Airlines dengan nomor 763 dan Kazakhstan Airlines dengan nomor 1907.

Kecelakaan itu terjadi pasca penerbangan Saudia lepas landas dari New Delhi, sementara penerbangan Kazakhstan bersiap untuk mendarat.

Kecelakaan ini diakibatkan karena kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang buruk di bagian pilot Kazakhstani dan tidak adanya radar pengawasan sekunder di Bandara Internasional Indira Gandhi, jalur penerbangan menyeberang dan para pilot tidak dapat menghindari tabrakan.

Sebanyak 349 total penumpang kedua pesawat tersebut tewas dalam insiden tersebut.

4. Turkish Airlines Flight 981 (1974)

Kecelakaan pesawat ini jatuh di luar Paris karena cacat desain dan kegagalan penanganan bagasi Maroko yang kurang teliti dan kurang memahami instruksi yang diberikan kepada mereka dalam bahasa Inggris dan bahasa Turki.

Akibatnya, bagian kargo belakang pesawat meledak dan terbuka di tengah penerbangan. Kecelakaan ini merenggut 346 nyawa.

5. American Airlines Flight 191 (1979)

Kecelakaan penerbangan ini diangap sebagai kecelakaan penerbangan terburuk di Amerika Serikat.

Bencana terjadi setelah pesawat lepas landas, ketika itu salah satu mesin dari sayap kiri pesawat terpisah dan membalik di bagian atas sayap. Hal tersebut menyebabkan kerusakan yang signifikan dan mengakibatkan putusnya saluran fluida hidrolik.

Pesawat langsung masuk ke gulungan, berbalik dan jatuh ke medan yang ada di dekatnya. Sebanyak 273 penumpang berada di dalam pesawat dan dua orang lainnya terlempar ke darat.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.