Masuk

5 Lagu Barat yang Mengkritik Standar Kecantikan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Tidak dapat dipungkiri bahwa atandar kecantikan merupakansebagai salah satu sumber masalah dalam kehidupan sosial.

Standar kecantikan adalah tuntutan bagi perempuan untuk memenuhi standar-standar tertentu agar bisa disebut cantik.

Permasalahannya adalah setiap orang terlahir berbeda, maka tidak seharusnya dipaksa untuk memenuhi standar yang sama.

Baca Juga: Pemerintah Kota Makassar Terus Bentuk Shelter Warga di Lorong Wisata

Seperti yang dikatakan Sia dalam satu lagu yang ditulisnya bahwa “Perfection is the diseases  of a nation” atau kesempurnaan adalah penyakit suatu bangsa.

Kita tidak harus matia-matian memenuhi standar-standar kecantikan dan tampil sempurna sebab obsesi pada kesempurnaan justru akan membuat hidup kita tidak tenang.

Berikut ini lagu-lagu yang mengajak kita untuk berpikir ulang soal standar kecantikan dan lebih menghargai diri sendiri dan juga orang lain:

1. Potato Head – Melanie Martinez

If you weren’t born with it, you can buy a couple ornament

You can always call up a professional, they stick pins in you like a vegetable, ha-ha

Don’t be so dramatic, it’s only some plastic. No one will love you if you’re unattractive

Baca Juga: Puan Maharani Akan Dianugerahi Gelar Doktor Kehormatan oleh Kampus Korea Selatan, Netizen: Dianugerahi atau Beli

Mrs. Potato Head bisa dibilang merupakan lagu yang liriknya paling menyindir dan sinis soal standar kecantikan.

Tidak seperti lagu lain yang secara blak-blakan mengkritik standar kecantikan, lirik lagu ini justru menggunakan sarkasme, misalnya pada lirik “Don’t be so dramatic, it’s only some plastic.”

Dari liriknya, penulis lagu ingin mengkritik standar kecantikan yang membuat banyak perempuan harus melakukan berbagai hal menyakitkan seperti operasi agar bisa dibilang menarik.

Padahal, tidak semua orang terlahir dengan standar yang dianggap cantik oleh masyarakat.

2. Scars To Your Beautiful – Alessia Cara

Oh, she don’t see the light that’s shining deeper than the eyes can find it.

Maybe we have made blind, so she tries to cover up her pain and cut her woes way.

`Cause cover girls don’t cry after their face is made

Baca Juga: BPAN Gelar Workshop Kesetaraan Gender, Penguatan Perempuan Adat Saat Ambil Keputusan

Allesia Cara memang terkenal dengan lagu-lagu yang penuh pesan-pesan atau cerita-cerita mendalam.

Melalui lagu “Scars to Your Beautiful” ini, Alessia ingin mengkritik standar kecantikan yang membuat banyak perempuan menderita.

Standar kecantikan telah membuat banyak perempuan tidak bisa memahami bahwa kecantikan yang sebenarnya ada di dalam diri.

Lirik lagu ini juga berpesan ke pada perempuan bahwa kita semua cantik dan kita semua adalah bintang bagi diri sendiri.

Kita tidak harus mengubah apapun dari fisik kita sebab justru dunialah yang harus mengubah pandangan soal definisi cantik sebab cantik adalah milik semua orang.

3. Pretty Hurts – Beyoncé

Blonde hair, flat chest

TV says bigger is better

South beach, sugar free

Vogue says thinner is better

Beberapa lagu Beyoncé memang mengangkat isu kesetaraan gender.

Melalui lagu “Pretty Hurts”, Sia yang merupakan penulis lagu mengkritik mengenai standar kecantikan tidak masuk akal dan abstrak.

Standar ini banyak dipakai di dalam berbagai bidang, misalnya ajang kecantikan, TV, majalah, dan lain-lain.

Misalnya, stasiun TV memiliki standar bahwa perempuan cantik adalah perempuan dengan badan berlekuk, pantat besar, dan payudara besar.

Sementara majalah seperti vogue memiliki standar bahwa cantik adalah perempuan-perempuan langsing.

4. Pretty’s On The Inside – Chloe Adams

You don’t know it hurts

Starring at my iPhone screen, watching others live their dream

But mama, she said to me, one day, my love, you’ll see pretty’s on the inside

Hal ini sebenarnya kritikan kepada orang-orang yang berpendapat bahwa tidak apa-apa jika majalah menyajikan standar kecantikan karena pada akhirnya kitalah yang memilih untuk mengikuti atau tidak.

Namun pada faktanya, majalah-majalah ini dibaca oleh gadis remaja yang masih labil dan masih dalam pencarian jati diri sehingga mereka mudah terpengaruh oleh apa yang disajikan oleh majalah.

Namun, lagu ini selain mengkritik juga mengajak pada perempuan untuk melihat kecantikan yang ada di dalam diri.

Kita tidak perlu iri pada gadis-gadis sampul sebab apa yang ditampilkan di majalah bahkan jarang yang asli.

Foto-foto di majalah telah diedit sedemikian rupa sehingga nampak sempurna dan mustahil dipenuhi di dunia nyata.

5. Try – Colbie Caillat

Put your make-up on, get your nails done, curl your hair, run the extra mile, keep it slim so they like you, do they like you?

Take your make-up off, let your hair down, take a breath, look into the mirror at yourself, Don’t you like you? ‘Cause I like you

Lagu ini mengkritik tuntutan sosial perempuan terhadap perempuan untuk tampil cantik dengan wajah yang sempurna tanpa noda, rambut bergelombang, tubuh langsing dan lain-lain.

Mereka ditekan untuk menutupi kekurangan-kekurangan fisik sebab mereka baru akan disukai jika memenuhi standar-standar tertentu.

Namun, lagu ini mengajak kita untuk melihat jauh ke dalam diri.

Benarkah orang-orang yang berusaha kita puaskan dengan penampilan kita itu benar-benar menyukai kita?

Tidak, mereka hanya menyukai penampilan luar kita.

Hal yang lebih penting lagi adalah apakah kita menyukai diri kita.