Terkini.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus membentuk Shelter Warga di lorong wisata atau Longwis. Tujuannya memutus rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Usai Lorong Wisata Kelurahan Sawerigading, Kecamatan Ujungpandang, kini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar membentuk shelter warga di Lorong Wisata Sutphen Gunung Lokon, Kelurahan Lariang Bangngi, Kecamatan Makassar.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DP3A Kota Makassar, Hapidah Djalante menyebut pembentukan shelter warga merupakan suatu gerakan dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.
“Saya berharap orang-orang yang dimasukkan dalam anggota shelter warga adalah orang yang peduli terhadap perempuan dan anak di lorongnya,” kata Hapidah, Rabu, 3 Agustus 2022.
Kelompok shelter warga ini juga mempunyai tugas untuk menyisir warganya khususnya perempuan dan anak yang tidak terpenuhi haknya.
- Buka Turnamen Walikota Cup 2026, Wali Kota Makassar Munafri Tekankan Pembinaan Atlet Sepak Bola Berkelanjutan
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Dedikasi Polri di Hari Bhayangkara ke-80
- Di Rakernas APEKSI 2026: Wali Kota Makassar Munafri Dorong Penguatan Ketahanan Bencana dan Pangan
- Pemkot Makassar Tanggung Biaya Sekolah Siswa Tak Lolos SPMB, 55 SMP Swasta Siap Menampung
- Wali Kota Makassar Ingatkan Kepsek dan Bendahara Sekolah Cegah Korupsi Dana BOS
“Jadi kalau ada anak usia sekolah tapi belum sekolah bisa difasilitasi, ada perempuan mengalami kekerasan, ada yang belum dapat Jaminan Kesehatan itu semua didata dan dilaporkan agar cepat kami carikan solusi,” tuturnya.
Sosialisasi ini menghadirkan beberapa kepala keluarga.
Pemerhati Perempuan dan Anak, Ita membawakan materinya terkait kesetaraan gender. Menurutnya, pentingnya pemahaman kepala keluarga terhadap kesetaraan gender khususnya di Lorong Wisata.
“Kenapa shelter warga penting dibentuk di dalam Lorong Wisata? Karena, salah satu penilaian lorong itu jika hak perempuan dan anak terpenuhi serta kesetaraan gender dipahami,” ucapnya.
Dengan cara inilah, kata Ita, dapat memutus rantai kekerasan terhadap perempuan.
“Penting dipahami, kesetaraan gender tidak menurunkan kualitas kepala keluarga namun bisa membuat perempuan merasa dihargai dan saling membantu dalam setiap hal di dalam keluarga,” sebutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
