Masuk

Erick Thohir Kecewa, Target Penempatan Direksi BUMN dari Kalangan Muda Tak Tercapai

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku kecewa karena tahun ini target penempatan direksi BUMN dari kalangan muda dan perempuan belum tercapai.

Padahal, menurutnya kepemimpinan dari kalangan muda ditujukan untuk memastikan kesetaraan di jajaran pimpinan tetap terjadi di perusahaan pelat merah Indonesia.

Erick mengatakan bahwa pemilihan pemimpin itu menjadi tonggak untuk korporasi karena akan berpengaruh pada perkembangan ke depannya.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN Batch II Telah Dibuka! Berikut Jadwalnya

Erick menyayangkan, sampai di penghujung tahun 2021 ini, target penempatan posisi direksi dari kalangan muda dan perempuan belum juga tercapai.

“Saya gak segan-segan mengulang, mengingatkan bahwa kita ada target tahun ini. Kepemimpinan muda harus 5 persen, laporan terakhir baru 4 persen,” ucapnya dalam acara Merdeka Berkarya Berkontribusi untuk Indonesia, Rabu, 25 Agustus 2021, dikutip dari CNBC Indonesia.

“Kesetaraan gender laporan terakhir 12 persen, dulu 14 persen, ternyata baru 12 persen,” lanjutnya.

Baca Juga: Erick Thohir Diutus Cek Lokasi Pernikahan Putra Jokowi di Solo, Ada Pesta Rakyat untuk Wisatawan Lokal

Kendati demikian, meski target belum tercapai, Erick menjelaskan bahwa program tersebut tak hanya mengejar target, tetapi juga harus bedasarkan pada kapabilitas yang disepakati bersama dalam penunjukan orang.

Ia menegaskan, apabila penunjukan tersebut melengser dari kapabilitas kesepakatan, maka pastinya akan berdampak pada pencapaian BUMN ke depannya.

Erick pun mencontohkan, hingga tahun 2023 saja BUMN memiliki 88 target yang harus dicapai, mulai dari pembentukan sumber daya manusia sampai keberpihakan UMKM.

Menurutnya, saat ini kondisi bangsa lagi berat, perlu adanya dukungan terkait UMKM secara masif.

Baca Juga: Ibu Iriana Jadi Bahan Candaan, Ini Kata Erick Thohir

“Apalagi ini kondisi berat akibat Covid-19 ini benar-benar luar biasa. Kalau duu di krisis 98 di mana UMKM menjadi tulang punggung, tetapi hari ini tulang punggungnya kena,” jelasnya.

Erick berpendapat bahwa BUMN sebagai lokomotif pembangunan ekonomi sudah seharusnya memastikan bahwa perusahaan tetap seimbang di tengah pandemi yang saat ini masih berlangsung.

“Nah, tapi inilah yang saya mau kepemimpinan transformasi di perusahaan-perusahaan BUMN harus terjadi. Inilah yang harus dipaksa, momentumnya ada,” pungkasnya.