Terkini, Makassar — Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan terus hidup dalam kiprah akademisi masa kini.
Hal ini tercermin dari sosok Dr. Wadzibah Nas., S.E., M.M, yang akrab disapa Dhiba, seorang dosen yang aktif mendidik sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Dhiba menegaskan, perempuan masa kini merupakan representasi nyata dari cita-cita Kartini. “Kita tidak hanya berpendidikan, tetapi juga menjadi pendidik bagi generasi berikutnya. Ini adalah bentuk nyata perjuangan yang terus berlanjut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, akses pendidikan di era modern harus terbuka luas tanpa memandang gender maupun latar belakang sosial.
Salah satu wujudnya terlihat pada sistem pembelajaran fleksibel yang diterapkan di Universitas Hasanuddin melalui Sekolah Pascasarjana.
- Ferdinand Sinaga Perkuat Dokter Koboi FC, Siap Jadi Kuda Hitam di Wali Kota Makassar Cup 2026
- Harga Pupuk Subsidi di Bone Tembus Rp110 Ribu, DPRD Sulsel Soroti Dugaan Permainan Distribusi
- Stadion Ganggawa Kembali Bergairah, Bupati Syaharuddin Alrif Resmi Buka Sidrap Cup 2026
- Pupuk Indonesia, Penyuluh dan Petani Klarifikasi Pemberitaan Soal HET dan Penjualan Paket di Bone
- Makassar Virtual Run Dorong Gaya Hidup Sehat dan Partisipasi Warga Mengawasi Kota
Dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau hybrid, mahasiswa kini dapat menempuh studi magister (S2) hingga doktoral (S3) dari berbagai wilayah, bahkan hingga luar negeri.
“Pendidikan saat ini tidak lagi dibatasi ruang dan waktu. Ini menjadi peluang besar untuk menciptakan kesetaraan akses ilmu pengetahuan,” jelasnya.
Sebagai akademisi, Dhiba menekankan pentingnya konsistensi dalam menuntut ilmu. Ia menyebut riset, publikasi, dan karya ilmiah sebagai “senjata intelektual” dalam membentuk pola pikir masyarakat yang lebih maju dan kritis.
Dalam perannya sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi, Dhiba tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi mentor dan teladan. Ia aktif mendorong mahasiswa untuk berani berpendapat, memimpin diskusi, serta membangun kepercayaan diri.
“Saya selalu mengatakan kepada mahasiswa, ‘idemu bagus, sampaikan saja.’ Salah dan benar adalah bagian dari proses belajar,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
