75 Kantong Jenazah Diduga Korban Sriwijaya Air Berhasil Dievakuasi, 1 Sudah Diidentifikasi

75 Kantong Jenazah Diduga Korban Sriwijaya Air Berhasil Dievakuasi, 1 Sudah Diidentifikasi

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

75 Kantong Jenazah Diduga Korban Sriwijaya Air Berhasil Dievakuasi, 1 Sudah Diidentifikasi

Terkini.id – Perkembangan terbaru evakuasi para korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182, saat ini sudah terkumpul 74 kantong jenazah berisi bagian tubuh diduga pernumpang pesawat  Sriwijaya Air yang kecelakaan pada Sabtu 9 Januari 2021 lalu.

Hasil tersebut merupakan pencarian anggota Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga Senin 11 Januari 2021 puk 22.20 WIB.

Sedangkan potongan besar material pesawat sebanyak 24 dan serpihan kecil sebanyak 16 kantong.

“Untuk body remains atau bagian tubuh korban seluruhnya sudah kami serahkan ke DVI. Dan untuk material pesawat kami serahkan kepada KNKT,” kata Kabasarnas Marskal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito saat konferensi pers di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok dalam keterangan resminya.

Baca Juga

Tambahan signifikan temuan obyek pencarian itu diserahkan oleh Rigit Inflatable Boat (RIB) Basarnas sebanyak 28 kantong dan 1 kantong dari KRI Tjiptadi.

Seluruh obyek pencarian tersebut merupakan hasil kerja keras tim SAR gabungan, baik dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, Bakamla, KPLP, KNKT, BMKG, dan seluruh Potensi SAR baik di permukaan maupun di dasar laut. 

Adapun jumlah personil yang terlibat dalam operasi SAR secara keseluruhan sebanyak 3818 orang. Untuk alat utama (alut) yang digunakan meliputi 54 kapal, 18 Rigit Inflatable Boat (RIB), 3 helikopter, dan 33 ambulance. 

Sementara rencana operasi esok hari (Hari ini), Rabu 12 Januari 2021 masih sama, yaitu SAR Unit (SRU) Udara tetap melaksanakan searching di 3 sektor.

“Seperti hari ini, SRU udara saat melaksanakan searching menemukan debris atau serpihan kecil badan pesawat di permukaan laut yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh SRU laut,” bebernya.

Sementara area permukaan dibagi dalam 6 sektor. Perluasan area pencarian tersebut diperlukan mengingat sebagian serpihan pesawat maupun bagian tubuh korban hanyut terbawa arus. 

Sementara SRU bawah laut, tetap melaksanakan penyelaman di area jatuhnya pesawat. 

Operasi SAR pada malam hari juga tetap dilaksanakan dengan mengerahkan kapal-kapal yang dilengkapi peralatan underwater seperti Side Scan Sonar, Multibeam Echosounder (MBES), Ping Locator, dan Remotely Operated Vehicle (ROV).

Jika menemukan obyek pencarian, maka akan diberikan marking (tanda) merupakan koordinat dan visual. 

Esok harinya, marking itu menjadi titik penyelaman tim gabungan penyelam untuk memastikan dan proses evakuasinya.

“Saya juga menginformasikan, untuk pencarian blackbox, Basarnas mendukung dan bekerja sama dengan KNKT masih melanjutkan pencariannya. Dan malam ini (tadi malam) kita melibatkan satu lagi KN Baruna Jaya dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi),” terangnya.

Kabasarnas juga menyampaikan bahwa tim SAR gabungan masih terus bekerja mencari obyek pencarian dengan kekuatan penuh.

“Kami semua tetap semangat, tetap solid, dan tetap sinergi untuk mencari dan menemukan seluruh korban. Untuk itu, kami meminta doa dari seluruh masyarakat, agar operasi ini segera dapat kami selesaikan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya salah satu penumpang yang juga bertugas sebagai kru pesawat sudah ditemukan bagian tubuh berupa jari tangan kanan yakni Okky Bisma. Bahkan jenazah Almarhum Okky Bisma sudah dilakukan identifikasi. 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.