Masuk

75 Persen Orang Tua PAUD di Makassar Berhentikan Anaknya Belajar Daring

Komentar

Terkini.id, Makassar – Sebanyak 75,6 persen orang tua murid pendidikan anak usia dini (PAUD) menghentikan anaknya mengikuti pembelajaran daring di Kota Makassar. 

Hal itu merujuk pada hasil survei Dinas Pendidikan Kota Makassar. Disdik mendata 636 responden, 92,8 persen orang tua beralasan anaknya tidak mengikuti pembelajaran, dengan metode daring. 

Sebanyak 24 persen orang menarik anaknya dari pembelajaran daring lantaran terkendala persoalan biaya. 

Baca Juga: Belajar dari Negara Maju, Pengamat Unhas: Utamakan Pendidikan atau Kesejahteraan?

“Selain karena memang alat gadget yang tidak memadai, bahkan ada yang tidak ada. Anak-anak itu mamang sudah jenuh dan tidak konsentrasi,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar Amalia Malik, Selasa, 7 September 2021.

Amalia menilai kondisi tersebut tak jauh berbeda dengan pendidikan tingkat SD dan SMP. Ia mengatakan pihaknya juga akan melakukan pendataan dalam waktu dekat.

Sementara, Ketua PGRI Kota Makassar Suarman mengakui metode pembelajaran daring tidak efektif. Ada banyak kendala yang dialami guru dan murid.

Baca Juga: Disdik Makassar Temukan 1770 Anak Putus Sekolah, Dewan Minta Dalami Lebih Jauh

Kompetensi yang semestinya bisa dicapai dengan PTM akan sulit direalisasikan untuk pembelajaran daring. Semisal pembelajaran dasar berhitung, hingga membaca dan menulis. Metode ini sulit diterapkan di daring.

“Kalau kita bicara daring jauh dari kata kesempurnaan. Siswa yang saat ini naik ke kelas dua dan tiga (SD) apakah bisa dijamin mereka semua ini bisa membaca menulis,” katanya.

Padahal kompetensi tersebut semestinya sudah bisa dicapai bagi kelas 2 dan 3. Menurutnya, satu-satunya cara untuk mengejar kompetensi yang tertinggal adalah dengan pembelajaran tatap muka (PTM) kembali.

“Pemerintah ini jangan malu ke daerah (yang gelar tatap muka) untuk lihat bagaimana metode mereka karena ini sangat krusial, perlu segera digelar,” tutupnya.