Makassar Terkini
Masuk

Disdik Makassar Rencana Pakai GeNose untuk PAUD saat PTM Terbatas

Terkini.id, Makassar – Dinas Pendidikan Kota Makassar tengah merencanakan penggunaan GeNose untuk anak usia dini. Hal itu terkait dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Rencananya, PTM Terbatas untuk PAUD akan digelar pada awal Desember 2021 mendatang, setelah sebelumnya PTM SD dan SMP lebih dulu digelar pada Oktober lalu.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba mengatakan banyak orang tua yang enggan anaknya di swab antigen lantaran harus melewati prosedur pengambilan sampel melalui hidung.

“Ini masih jadi perbincangam hangat di kami apakah nanti akan diterapkan swab antigen. Itu memang ada saran dari orang tua yang minta tidak pakai antigen karena sensitif anak-anak. Jadi mungkin kita pakai GeNose,” kata Nielma, Kamis, 25 November 2021.

Sementara teknisnya hanya dibatadi hingga 5 murid. Minimnya murid membuat proses PTM lebih mudah diakomodir dibanding PTM SMP-SD.

Saat ini, pihaknya masih melakukan verifikasi dan validasi jumlah PAUD yang siap dan akan mengikuti PTM mendatang. 

Terkait dengan edaran, ia mengatakan akan disosialisasikan pada awal Desember. Teknisnya hampir tak berbeda dengan PTM SD-SMP, hanya saja penerapannya dianggap akan lebih hati-hati.

“Inikan pergerakannya luar biasa yah, dan ini paling rombelnya satu kelas paling 5 orang,” katanya.

Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi mengaku optimis penerapan PTM Terbatas PAUD dapat berjalan lancar mengikuti jejak PTM SD dan SMP.

“Kita memang lagi merancang betul-betul karena sebenarnya bicara PAUD bukan cuma anak sekolahnya yang ikut itu pasti orang tuanya juga. Sehingga memang banyak pertimbangan yang harus dilakukan,” ujarnya.

Ihwal penggunaan GeNose, Fatma mengatakan hal ini menjadi prosedur standar yang akan digunakan untuk memonitoring selama penerapan PTM, termasuk bagi PAUD.

“Alhamdulillah selama ini tidak ada klaster baru dengan penerapan PTM. Semua terkendali berjalan dengan apa yang diinginkan. Ikut dengan penerapan PTM yang ketat,” tuturnya.